Tahukah Anda, bahwa buku fiksi dan non fiksi itu berbeda, perbedaan bukan hanya tentang pembahasan apa yang diangkat, namun juga jenis tulisan, gaya tulisan, orientasi pembaca, dan lainnya.
Namun kali ini Scopindo Media Pustaka akan mengulas sedikit tentang perbedaan buku fiksi dan non fiksi, Check it out!
1. Berdasarkan Pengertian
a. Buku Fiksi
Buku fiksi merupakan sebuah karya yang dihasilkan oleh penulis berdasarkan imajinasi, khayalan, atau rekaan. Mulai dari cerita suasana dalam cerita, tokoh, konflik, semuanya dibangun fiktif oleh penulis berdasarkan imajinasi.
Buku bergenre ini, pembaca diajak untuk menyelami dunia buku, serta menyertakan fakta-fakta tentang sejarah dan social yang ada untuk memperkuat cerita agar lebih meyakinkan dan mendalami.
Bahasa yang digunakan untuk buku fiksi ini biasanya menggunakan kata kiasan atau konotatif, sehingga pembaca diajak untuk menyelami buku dengan bahasa yang tidak biasa.
b. Buku Non Fiksi
Berbeda dengan buku fiksi, buku non fiksi ini merupakan buku yang berisi tentang kejadian sebenarnya dan bersifat informatif. Buku ini juga berdasarkan fakta dan kenyataan (tentang karya sastra, karangan dan sebagainya)
Buku dengan genre ini memuat informasi, deskripsi, peristiwa, tempat, karakter dari suatu objek. Serta dibuat dengan berdasarkan pengamatan dan data yang berisi fakta, maka dari itu, buku non fiksi ini sering digunakan sebagai sumber referensi oleh para pembaca.
Bahasa yang digunakan untuk buku non fiksi biasanya menggunakan bahasa denotative atau bahasa sebenarnya, sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami maksud dari penulis.
2. Berdasarkan Ciri – Ciri
Jika dilihat dari ciri-ciri, ada juga perbedaan antara buku fiksi dan non fiksi, antara lain :
a. Buku Fiksi :
- Buku bergenre fiksi memuat hal-hal yang bersifat imajinatif
- Buku fiksi lebih banyak menggunakan bahasa santai dan bersifat kiasan, penulisan juga menggunakan bahasa majas. Ada banyak sekali bentuk majas, mulai dari majas hiperbola, personifikasi, paradok dan lainnya. Tujuan penggunaan majas juga memberikan“nafas” untuk tulisan agar menjadi lebih sentimentil.
- Tidak memiliki sistematika baku dalam penulisannya.
- Mengajak para pembaca menyelami cerita atau buku dan bertujuan untuk mempengaruhi emosi para pembaca
- Meskipun mengandung imajinasi dari penulis, buku ini juga memiliki pesan moral.
b. Buku Non Fiksi
- Penulisannya menggunakan Bahasa formal
- Penulisannya menggunakan bahasa denotatif yang mudah dipahami oleh para pembaca. Penulisan buku nonfiksi disampaikan secara langsung tanpa ada sekat bakat yang berlebih-lebihan.
- Mengandung fakta (berdasarkan kenyataan, factual)
- Biasanya berbentuk tulisan ilmiah yang sebelumnya sudah ada fakta, data atau temuan dari sebuah penelitian.
c. Contoh Buku Fiksi dan Non Fiksi
Ada beberapa contoh dari buku fiksi yang dapat memperjelas Anda tentang perbedaan antara fiksi dan non fiksi, yaitu :
- Novel
- Cerita Pendek
- Puisi
- Roman
- Fabel, dan lainnya.
Sedangkan untuk contoh dari buku non fiksi adalah :
- Skripsi
- Buku Mata Pelajaran
- Buku Panduan
- Buku Kesehatan
- Buku Biografi, dan lainnya
Itulah perbedaan dari buku fiksi dan non fiksi, semoga dengan ulasan tersebut, para pembaca dapat memahami perbedaan antara buku fiksi dan non fiksi. Sehingga para pembaca tidak salah mengartikannya.
Untuk Anda yang mempunyai hobi menulis buku non fiksi atau sedang ingin menulis buku terbitan sendiri, terbitkan saja di Scopindo Media Pustaka, Anda dapat menerbitkan tulisan dengan kualitas produk yang terbaik namun dengan harga dan paket penerbitan yang terjangkau.
Kunjungi website kami di www.scopindo.com
Semoga bermanfaat!

