Macam-macam Kata Kerja

Ternyata Ada Banyak Macam Kata Kerja dan Fungsinya, lho, Apa Saja? Siapkan Catatannya dan Mari Kita Bahas Bersama

Dalam sebuah susunan kalimat, terdiri dari beberapa kata kerja (predikat) yang mempunyai fungsinya sendiri. Tujuannya? Untuk menghasilkan kalimat yang sempurna. Nah, meskipun dalam buku Bahasa Indonesia kita mempelajari banyak kata kerja, namun pada nyatanya, calon penulis masih belum memahami apa itu kata predikat dan fungsinya, atau bahkan sering menggunakan kata kerja yang kurang tepat. Untuk itu, yuk kita pelajari bersama.

1. Pengertian Kata Kerja (Kata Verba)

Secara umum merupakan kelas kata yang menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman atau pengertian dinamis lainnya. Atau bisa juga disebut dengan kata yang menjelaskan tentang suatu perbuatan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang.

Kata kerja menurut Kridalaksana (1994) dalam (Putrayasa 2010:45) yaitu subkategori yang memiliki ciri dapat bergabung dengan partikel tidak, tetapi tidak dapat bergabung dengan partikel di, ke, dari, sangat, lebih, atau agak. Sedangkan Mess (1992:4) mengatakan bahwa sesuai dengan namanya, kata kerja pada umumnya menyatakan suatu pekerjaan, perbuatan atau gerak.

Penggunaan kata kerja juga merupakan suatu elemen penting dalam sebuah pembentukan kalimat, agar dapat menjadi kalimat yang efektif dan utuh. Jenis kata kerja umumnya digunakan sebagai predikat dalam suatu frasa atau kalimat. Jenis kata kerja diklasifikasikan menjadi beberapa kelompol sesuai sifat dan fungsinya.

2. Ciri-Ciri Kata Kerja

Setelah mengerti tentang pengertian dari kata kerja, ada beberapa ciri-ciri dari kata kerja yang dapat Anda kenali, antara lain :

  1. Memiliki makna tindakan, perbuatan, atau aktivitas.
  2. Biasanya disertai dengan kata imbuhan me-, ter-, di-, di-kan, me-kan, ber-an, dan lainnya. Dan juga kata kerja dapat didahului dengan kata pernyataan waktu, misalkan telah, sedang, akan, segera.
  3. Kata kerja juga diikuti dengan kata serta atau keterangan
  4. Untuk dapat mempertegas dan melengkapi kalimat, biasanya sesudah kata kerja disertai dengan kata sifat dan kata keterangan, misalkan Andi belajar dengan tekun sebelum ujian.
  5. Dapat diberi aspek waktu, seperti akan, sedang, dan telah/sudah. Contohnya : Akan makan, sudah pulang, dan lainnya.
3. Jenis-Jenis Kata Kerja

Jenis-jenis kata kerja dapat digolongkan berdasarkan bentuk, objek, subjeknya, dan lainnya, antara lain :

      a. Kata Kerja Berdasarkan Bentuknya
  1. Kata kerja dasar

Merupakan kata kerja yang tidak memiliki imbuhan atau merupakan kata dasar, atau bisa diartikan sebagai kata kerja itu sendiri tanpa adanya kata imbuhan. Misalkan : makan, belajar, minum, bangun, tidur, pulang, datang, dan lainnya.

  1. Kata kerja turunan

Merupakan kata kerja yang sudah mendapatkan kata imbuhan (afiksasi) atau mengalami pemajemukan

Kata kerja turunan ini dibagi menjadi 5 kelompok, antara lain :

  • Verba Turunan Dasar Bebas Afiks Wajib, merupakan kata yang harus memiliki imbuhan agar dapat berfungsi sebagai kata kerja. Contohnya : membesar, berlayar, bertelur, dan lainnnya.
  • Verba Turunan Dasar Bebas Afiks Manasuka, merupakan kata kerja sadar yang ditambahkan kata imbuhan, namun juga dapat berfungsi jika imbuhan itu tidak digunakan. Contohnya : (mem)baca, (mem)beli, (ber)jalan
  • Verba Turunan Dasar Terikat Afiks Wajib, misalkan: bersua, menemukan, bertemu, menyelenggarakan, dan lain sebagainya.
  • Verba Turunan Berulang, merupakan kata kerja yang mengalami pengulangan. Contohnya : menari-nari, berjalan-jalan, dan lainnya.
  • Verba Turunan Majemuk, merupakan kata kerja yang terbentuk dari dua kata yang lain dan sesudahnya digabungkan untuk membentuk makna baru. Contohnya: naik haji, campur tangan, cuci muka, mempertanggungjawabkan.
     b. Kata Kerja Berdasarkan subjeknya
  1. Kata Kerja Verba Aktif

Merupakan kata kerja dimana subjeknya berposisi sebagai pelaku dan biasanya berawalan me- dan ber- . Contohnya : Ali berlari ke rumahnya, Sita memasak gulai di dapur, Ayah sedang membaca koran di teras rumah.

  1. Kata Kerja Verba Pasif

Merupakan kata kerja yang subjeknya berposisi sebagai yang dikenai subjek lain. Kata kerja ini umumnya berawalan di- dan ter-. Contohnya : Karikatur wajah itu digambar oleh Dipta, Adikku terkunci olehku di dalam rumah, dan lainnya.

     c. Kata Kerja Berdasarkan Objeknya
  1. Kata Kerja Transitif

Merupakan kata kerja yang harus memiliki objek, agar dapat diketahui maknanya. Contohnya : Ani mencuci baju, Burhan menendang bola dengan kencang.

  1. Kata Kerja Verba Intransitif

Jika kata kerja transitif membutuhkan objek sebagai kata penjelas, kata kerja ini merupakan kata kerja yang tidak membutuhkan objek. Karena maknanya sudah jelas, namun kata kerja ini  diikuti dengan kata keterangan. Misalnya: Lita sedang tidur di kamarnya, Suci makan ikan di warung tegal.

    d. Kata Kerja Berdasarkan Bentuk Lain
  1. Kata Kerja Benefaktif

Merupakan kata kerja yang menunjukkan pekerjaan atau tindakan yang dilakukan untuk orang lain. Biasanya memiliki kata imbuhan me- dan -kan. Contohnya: Aku membelikan adikku hadiah boneka beruang raksasa, Para warga telah melaporkan insiden curanmor itu ke pihak polisi, dan lainnya.

  1. Kata Kerja Verba Reflektif

Merupakan kata kerja yang menunjukkan perbuatan untuk dirinya sendiri. Biasanya menggunakan kata imbuhan me-, atau ber-. Contoh: Natalie sedang berjemur di pantai, Kucing itu membersihkan badannya yang kotor, Rina memakan masakannya sendiri.

  1. Kata Kerja Verba Resiprok

Merupakan kata kerja yang menunjukkan perbuatan atau kegiatan yang dilakukan oleh dua orang, maknanya telah menunjukkan “saling”. Kata kerja ini biasanya menggunakan kata imbuhan ber- dan -an. Contoh: Mita sedang bersalaman dengan calon mertuanya, Hamidah berangkulan dengan sahabat-                sahabatnya, suara burung itu bersahutan dengan suara ayam.

4. Cara Penggunaan Kata Kerja

Untuk mengerti bagaimana menggunakan kata kerja agar dapat digunakan secara efektif. Kenali terlebih dahulu kata kerja material dan relasional yang sering digunakan dalam menyusun kalimat.

  1. Kata Kerja Material

Merupakan kata kerja berimbuhan yang menunjukkan aktivitas fisik yang dilakukan oleh subjek. Contohnya : menulis, membaca, memasak, dan lainnya.Biasanya memiliki struktur kerja sebagai berikut;

Subyek + Predikat (Kata kerja material) + Obyek + Keterangan (Opsional)

Contoh :

Lanni memasak bubur ayam

S            P              O

  1. Kata Kerja Relasional

Merupakan kata yang berfungsi sebagai penghubung antara subyek dan pelengkap (bersifat wajib), jika dalam kata kerja ini tidak memiliki pelengkap, maka kalimat tersebut akan bersifat rancu. Ada beberapa kata kerja relasional, yaitu :

  • Adalah
  • Merupakan
  • Bersifat
  • Tampak
  • Bernama
  • Terdengar
  • Terasa, dan lainnya

Kata kerja relasional ini memiliki struktur kalimat sebagai berikut :

Subyek + Predikat (Kata kerja relasional) + Pelengkap

Contoh :

Gina adalah siswa teladan

S        P       Pelengkap

Dari beberapa penjabaran kami, semoga dapat menginspirasi dan memberikan manfaat untuk para pembaca. Mari terbitkan buku agar saling memberikan manfaat untuk orang lain. Informasi selengkapnya terkait dengan Scopindo Media Pustaka, silahkan akses website kami di www.scopindo.com dan follow Istagram kami @scopindo_

Tinggalkan Balasan

Add to cart