Deskripsi
Industri pariwisata mengalami tahun yang cukup berat di tahun 2021. Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap pariwisata Indonesia. Merosotnya jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara akibat dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kemudian
dilanjutkan dengan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di beberapa daerah serta penutupan akses internasional dari berbagai Negara membuat pariwisata terpuruk. Di tengah resesi dan masih berlangsungnya pandemi harapan pariwisata untuk bangkit masih panjang. Vaksinasi yang
sudah dimulai pada semester pertama 2021 ini memberikan harapan pariwisata untuk pulih kembali. Pandemi Covid–19 telah mengubah langkap industri pariwisata serta prilaku konsumen atau wisatawan yang telah menyesuaikan diri dengan new normal. Maka pemain industri pariwisata bisa segera beradaptasi
disrupsi new normal agar bisa bertahan dan bangkit. Covid–19 telah meluluhlantakkan sendi-sendi perekonomian, industri dan bisnis yang memaksa kita memasuki dunia yang sama sekali baru “A Whole New World“ (Deputi Bidang Kebijakan Strategis, 2021).
Pandemi Covid–19 menyebabkan Negara-negara di dunia memberlakukan lockdown, terlebih disituasi saat ini kasus Covid19 masih terus bertambah membuat akses antarnegara ditutup sehingga penerbangan internasional terpaksa menutup rute. Kondisi ini menjadikan tantangan yang berat bagi industri
pariwisata juga perhotelan. Sebagai imbas dari berkurangnya wisatawan internasional tingkat okupansi hotel di bali mengalami penurunan, penurunan tertinggi terjadi pada destinasi wisata Bali sebesar 59,15% (BPS, 2020). Kedepannya, konsumen akan semakin bertanggung jawab, patuh terhadap standar protokol kesehatan bukan lagi dilihat sebagai instruksi/himbauan melainkan kesadaran diri. Kesadaran mengikuti protokol kesehatan adalah bentuk menjaga diri sendiri, keluarga dan orang lain dari kontaminasi virus Covid-19. Di Indonesia sendiri, jumlah lonjakan kasus belum melandai. Dengan begitu, kesadaran untuk patuh dan bahkan meningkatkan standar protokol kesehatan akan semakin kuat. Hal ini kemudian terinternalisasi dalam pola keseharian dan menjadi kebiasaan baru yang mengedepankan CHSE (Cleanliness, Healthiness, Safety, Environment). Kebiasaan ini tidak akan hilang meskipun vaksin sudah ada. Ketika kesadaran ini telah menjadi kesadaran bersama maka konsumen pun tidak akan enggan untuk menginap di hotel dan makan langsung di restoran.
Author:
I Made Luhur Adi Putra, S.M., M.M.
Dr. I Made Suniastha Amerta, S.S., M.Par
Dr. Drs. I Ketut Darma, M.Si
Cetakan Pertama :
Ukuran : 15,5 cm x 23 cm
Jumlah Halaman : vi + 105 halaman





Ulasan
Belum ada ulasan.