Deskripsi
BIOLOGI DAN BUDIDAYA LOBSTER CAPIT MERAH
Author:
Tatang Sopandi, Pungky Slamet Wisnu Kusuma, Purity Sabila Ajiningrum, Ngadiani
Ukuran : 15,5 x 23cm
Halaman : viii + 80
Lobster capit merah merupakan lobster air tawar yang berasal dari Australia Utara dan Papua Nugini yang telah tersebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Lobster ini mempunyai pertumbuhan cepat, daya bertelur tinggi dan mudah dibudidaya serta terhadap berbagai kondisi lingkungan perairan. Keberhasilan budidaya lobster capit merah dapat berkontribusi terhadap penyediaan pangan khususnya pangan sumber protein.
Keberhasilan usaha lobster capit merah tergantung pada keberhasilan pada teknis penyediaan tempat hidup, kualitas benih dan teknis pembenihan, pemberian pakan dan pencegahan kematian. Sistem budidaya intensif memerlukan pemberian pakan dan kondisi lingkungan pemeliharaan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan untuk menunjang pertumbuhan dan reproduksi. Tempat hidup lobster capit merah harus memiliki kandungan oksigen diatas 4 ppm, suhu air 26°-30°C dan pH 6,7-7,8 dengan salinitas air tidak lebih dari 5 ppt. Tempat pemeliharaan lobster capit merah juga harus menyediakan tempat untuk pemijahan, pengeraman, penetesan dan karantina.
Pemilihan indukan jantan dan betina lobster capit merah yang berkualitas akan menentukan keberhasilan proses pembenihan lobster. Indukan lobster capit merah betina yang siap dipijahkan sebaiknya berumur 6 bulan dengan panjang minimal 10 cm. Pakan lobster capit merah membutuhkan campuran daging dan tumbuh-tumbuhan dengan kandungan protein 20 – 30% untuk lobster dewasa dan 30 – 40 % untuk burayak dengan takaran 3% dari berat biomassa yang dapat diberikan 2 kali sehari.
Massa panen lobster capit merah disesuaikan dengan tujuan budidayanya, untuk tujuan pembibitan, pembesaran calon indukan, dan atau lobster. Cara memanen dimulai dengan menurunkan air didalam wadah kedalaman air tinggal 15-20 cm. Lobster ditangkap menggunakan scoopnet secara perlahan dan hasil tangkapan dimasukan kedalam ember yang telah dilengkapi air jernih dan alat lain. Lobster capit merah dapat dikemas dalam kemasan plastik rangkap dua yang di dalamnya berisi air dan ditambahkan beberapa lembar daun pepaya di dalamnnya atau campurkan getah pohon atau buah pepaya muda dalam larutan airnnya. Mika plastik juga dapat digunakan untuk pengiriman lobster ke luar kota.
Analisis usaha merupakan suatu kegiatan untuk melakukan riset, perencanaan, prediksi, dan evaluasi suatu usaha yang sudah berjalan atau baru akan dimulai. Kegiatan analisis usaha sangat perlu dilakukan untuk memaksimalkan keuntungan. Hasil analisis usaha budidaya pembenihan, pembesaran dan pembibitan lobster capit merah menunjukkan suatu usaha yang menguntungkan. Namun analisis usaha tergantung pada kondisi pemeliharaan, besaran biaya yang dikeluarkan dan besaran penerimaan yang didapatkan dari hasil budidaya.





Ulasan
Belum ada ulasan.