MENUJU HARMONI DI TANAH ADAT JALAN DAMAI SENGKETA ADAT PEMBANGUNAN PARIWISATA

Rp 122.500

Kategori: ,

Deskripsi

MENUJU HARMONI DI TANAH ADAT
JALAN DAMAI SENGKETA ADAT PEMBANGUNAN PARIWISATA

Author:
Ni Luh Gede Purnamawati
Nyoman Putu Budiartha
I Wayan Rideng

Tanah adat bagi masyarakat Bali bukan sekadar lahan fisik,
melainkan fondasi spiritual, sosial, dan ekonomi. Tanah
merupakan simbol identitas, warisan leluhur, dan tempat
berlangsungnya ritual-ritual penting. Kehidupan masyarakat
Bali sangat terikat dengan tanah adat, yang diyakini memiliki
kekuatan sakral dan menghubungkan mereka dengan alam
semesta.

Dalam filosofi Hindu Bali, tanah dianggap sebagai bagian
dari Tri Hita Karana, yaitu tiga penyebab kesejahteraan yang
meliputi hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan,
manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam. Tanah
adat menjadi bagian tak terpisahkan dari Palemahan, yaitu
lingkungan fisik yang harus dijaga keseimbangannya agar
tercipta harmoni. Oleh karena itu, pengelolaan tanah adat tidak
hanya mempertimbangkan aspek materiil, tetapi juga spiritual
dan sosial.

Informasi Tambahan

Berat 300 gram
Dimensi 16 × 24 × 1 cm

Cek Ongkir