FILOSOFI NAHE BITI BOOT MEMBENTANG TIKAR BESAR KEARIFAN TIMOR LESTE DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA DAN MEMBANGUN DESA WISATA

Rp 115.600

Deskripsi

FILOSOFI NAHE BITI BOOT
(MEMBENTANG TIKAR BESAR)
Kearifan Timor Leste Dalam Menyelesaikan Sengketa Dan Membangun Desa Wisata

Author:
Mirela Maria Ribeiro Guterres
Anak Agung Gede Oka Wisnumurti
I Wayan Rideng

Ukuran : 15,5 cm x 23 cm
Jumlah Halaman : viii + 158 halaman

Tikar besar dalam tradisi Timor-Leste memiliki makna yang
jauh melampaui wujudnya. Ia bukan sekadar anyaman daun
lontar atau pandan, melainkan representasi dari jalinan
kehidupan itu sendiri. Setiap helai serat yang teranyam mencerminkan hubungan antar-manusia, antara manusia dan alam,
serta antara manusia dan leluhur. Dengan duduk di atas tikar
itu, seseorang tidak hanya memasuki ruang sosial, tetapi juga
ruang spiritual yang menghubungkan masa kini dengan masa
lalu. Oleh karena itu, setiap pertemuan adat selalu dimulai
dengan pembentangan tikar besar sebagai simbol keterbukaan
jiwa dan kesediaan untuk mendengar.

Asal-usul tikar besar tidak dapat dipisahkan dari sejarah
masyarakat agraris Timor yang hidup berdasarkan prinsip
keseimbangan. Dalam kehidupan tradisional, segala sesuatu
diatur oleh adat yang mengandung nilai musyawarah. Tikar
besar muncul sebagai sarana untuk menegakkan nilai-nilai itu
secara nyata. Ia menjadi tempat di mana konflik diubah menjadi
kesepakatan, dan kemarahan diubah menjadi kedamaian.
Setiap kali ada masalah, masyarakat percaya bahwa dengan
duduk bersama di atas tikar besar, semua akan kembali
seimbang seperti sebelum terjadinya pertikaian.

Informasi Tambahan

Berat 300 gram
Dimensi 16 × 24 × 1 cm

Cek Ongkir