Deskripsi
AKUNTANSI BANTENGAN
Sinergi Pemerintah Daerah dalam Pelestarian
Kesenian Tradisional
Author:
Dr. Ana Sopanah, SE., M.Si., Ak., CA., CMA.
Drs. Syamsul Bahri, M.Si., Ak., CA.
Dr. Riza Bahtiar Sulistyan, SE., MM.
Midhatul Khasanah, SE., M.Ak., CMA.
Ukuran : 15,5 cm x 23 cm
Jumlah Halaman : viii + 292 halaman
earifan lokal mengandung seperangkat nilai fundamental
yang sejatinya sejalan dengan prinsip-prinsip akuntansi modern.
Dalam konteks masyarakat tradisional, nilai-nilai seperti
kejujuran, tanggung jawab, keterbukaan, keseimbangan sosial,
dan solidaritas menjadi dasar dalam mengatur aktivitas
ekonomi. Nilai-nilai tersebut tidak hanya berfungsi untuk
menjaga ketertiban sosial, tetapi juga mencerminkan sistem
etika yang menopang praktik keuangan kolektif. Jika akuntansi
modern berorientasi pada objektivitas dan keandalan data,
maka akuntansi berbasis kearifan lokal menekankan keutuhan
moral dan keadilan sosial. Dengan demikian, kearifan lokal dapat
dilihat sebagai dimensi etis yang memperkaya praktik akuntansi
agar lebih kontekstual dan berorientasi pada kemanusiaan.
Akuntansi dalam komunitas seni tidak selalu harus bersifat
kompleks seperti di perusahaan besar. Penerapan akuntansi
berbasis kas sederhana yang mencatat penerimaan dan
pengeluaran secara rutin sudah cukup efektif untuk menjaga
akuntabilitas. Pencatatan tersebut dapat dilakukan secara
manual menggunakan buku kas, atau melalui sistem digital
sederhana seperti spreadsheet atau aplikasi keuangan berbasis
komunitas. Ketertiban dalam pencatatan transaksi ini memudahkan proses pelaporan dan audit internal, serta memungkinkan anggota untuk memahami kondisi finansial secara
periodik tanpa harus memiliki latar belakang akuntansi formal.




