NAHE BITI BOOT JALAN DAMAI DARI LOROSAI KEARIFAN ADAT YANG MENYATUKAN MASYARAKAT DAN PARIWISATA DESA

Rp 115.600

Deskripsi

NAHE BITI BOOT
Jalan Damai Dari Lorosai-Kearifan Adat Yang Menyatukan Masyarakat Dan Pariwisata Desa

Author:
Mirela Maria Ribeiro Guterres
Anak Agung Gede Oka Wisnumurti
I Wayan Rideng

Ukuran : 15,5 cm x 23 cm
Jumlah Halaman : viii + 156 halaman

Salah satu warisan paling luhur dari masyarakat Timor
adalah praktik adat yang disebut Nahe Biti Boot, yang secara
harfiah berarti “tikar besar”. Tikar ini bukan sekadar anyaman
daun lontar, melainkan simbol persatuan. Di atas tikar besar
itulah, para pihak yang bersengketa duduk sejajar, berbicara dari
hati ke hati, dan mencari penyelesaian tanpa dendam. Dalam
pandangan masyarakat adat, siapa pun yang duduk di atas tikar
besar berarti sedang menempatkan dirinya dalam lingkaran
kebenaran yang dijaga oleh roh para leluhur.

Nahe Biti Boot mengandung makna bahwa setiap manusia
memiliki tempat yang sama di hadapan keadilan. Tidak ada
penguasa dan rakyat, tidak ada kaya dan miskin, tidak ada
menang dan kalah. Semua adalah manusia yang diikat oleh tali
adat dan kejujuran. Nilai-nilai seperti musyawarah, keterbukaan,
dan perdamaian menjadi inti dalam setiap proses penyelesaian
sengketa. Maka dari itu, masyarakat Timor melihat penyelesaian
konflik bukan sebagai ajang mencari siapa benar, melainkan
sebagai sarana untuk memulihkan keseimbangan yang
terganggu.

 

Informasi Tambahan

Berat 300 gram
Dimensi 16 × 24 × 1 cm

Cek Ongkir