Deskripsi
PEMANFAATAN PUPUK WALET & PUPUK NPK PADA TANAMAN MENTIMUN
Author:
I Putu Adi Masaji, Yohanes Parlindungan Situmeang, Ni Putu Anom
Sulistiawati, I Gusti Bagus Udayana, Ida Bagus Komang Mahardika,
I Dewa Nyoman Sudita
Ukuran : 15,5 cm x 23 cm
Jumlah Halaman : x + 90 halaman
Mentimun (Cucumis sativus L. ) merupakan salah satu dari
banyaknya jenis tanaman hortikultura yang dibudidayakan
masyarakat indonesia. Produksi mentimun di Indonesia dari
tahun 2017 hingga 2021 kebutuhannya semakin meningkat
hingga sebesar 47.010 ton pada tahun 2021.
Pupuk kotoran burung walet merupakan pupuk yang
berasal dari kotoran burung walet yang memiliki kandungan Corganik 50.46%, N-total 11,24%, C/N 4,49 dengan pH 7,97, P 1,59%,
K 2,17%, Cu 0,30%, Mg 0,01%, Fe 347.829 ppm, Zn 1,8464 ppm, dan
B 1,8533 ppm.
Pupuk NPK merupakan pupuk anorganik yang memiliki
unsur hara majemuk seperti unsur hara N,P, dan K. Pupuk NPK
yang digunakan secara terus-menerus dan diberikan ke
tanaman secara berlebihan, serta tidak diiringi dengan
pemberian pupuk organik dapat menyebabkan degradasi
tanah dengan menurunnya kesuburan tanah.





Ulasan
Belum ada ulasan.