Deskripsi
STRATEGI PENGEMBANGAN PERTANIAN ORGANIK
Author:
Nungki Permata S.Psi, M.Si
Prof. Dr. Ir. Yohanes Parlindungan Situmeang, M. Si
Dr. Desak Ketut Tristiana Sukmadewi, S. Si., M.Si
Dr. Ir. Ida Bagus Komang Mahardika, M.Si.
Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M. Si.
Dr. Nengah Muliarta, S.Si, M.Si.
Ukuran : 15,5 cm x 23 cm
Jumlah Halaman : vi + 109 halaman
Pertanian organik di Indonesia telah menjadi topik yang semakin penting dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan lingkungan dan keamanan pangan (Sutanto, 2012). Sistem ini
mengedepankan penggunaan bahan alami dan meminimalisir penggunaan bahan kimia sintetis yang sering kali merusak ekosistem dan kesuburan tanah (Wiratmadja dan Nugroho, 2017). Tanah berperan sebagai unsur paling penting karena kesuburan tanah yang baik adalah kunci untuk menghasilkan produk pertanian organik yang berkualitas tinggi. Tanah tidak hanya menjadi media tanam, tetapi juga berfungsi sebagai penyimpan air, sumber hara, dan habitat bagi berbagai mikroorganisme yang mendukung pertumbuhan tanaman (Herawati dan Kusuma, 2014). Menurut Wiratmadja dan Nugroho (2017),
pengelolaan tanah yang baik dalam sistem pertanian organik dapat meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan prinsip dasar pertanian organik yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan (Sardiana, 2017). Penggunaan pupuk organik merupakan salah satu metode utama dalam meningkatkan kesuburan tanah dalam pertanian organik. Pupuk organik tidak hanya menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman,
tetapi juga memperbaiki struktur fisik dan kimia tanah. Menurut Zulkarnain dan Haryanto (2013), aplikasi pupuk organik dapat meningkatkan kandungan bahan organik dalam tanah, yang pada gilirannya mendukung kesehatan tanah dan keberlanjutan produksi pertanian. Hal ini berarti pengelolaan yang tepat
terhadap tanah menjadi sangat krusial untuk mencapai tujuan pertanian organik. Adapun dalam penerapan pertanian organik ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pengembangan pertanian organik di Indonesia antara lain masalah pasar, minat konsumen, pemahaman terhadap produk organik, proses sertifikasi yang dianggap berat oleh petani kecil, serta kemitraan antara petani dan pengusaha. Meskipun demikian, minat petani terhadap pertanian organik mulai tumbuh, yang diharapkan akan berdampak positif pada perkembangannya di masa depan





