Penulis Pemula? Lebarkan Sayapmu Melalui Aplikasi dan Website Penulisan. Ini Rekomendasinya!

Tak dipungkiri, di zaman yang sudah jauh lebih berkembang dan teknologi yang sudah lebih maju, banyak website atau aplikasi penunjang bagi penulis pemula yang ingin melebarkan sayap dan menerbitkan tulisannya namun masih ingin mengumpulkan dan mengetahui pasarnya terlebih dahulu.

Jadi, untuk itu, kami ingin memberikan beberapa alternatif website / aplikasi yang cocok untuk Anda yang tidak ingin mengeluarkan budget lebih namun ingin mengedarkan tulisan atau naskah ke pembaca atau audiens lainnya.

Berikut rekomendasinya :

  1. Wattpad

Wattpad

Aplikasi yang diluncurkan pada tahun 2006 oelh Allen Lau dan Ivan Yuen ini merupakan aplikasi yang digunakan sebagai publikasi tulisan dalam bentuk artikel,, cerita pendek, novel, puisi, atau sejenisnya. Bukan hanya publikasi tulisan saja, pembaca juga sekaligus dapat membaca tulisan yang telah diterbitkan oleh penulis.

Dari aplikasi Wattpad ini banyak penulis yang akhirnya dapat menerbitkan bukunya secara fisik dan banyak yang mendapatkan predikat best seller. Aplikasi ini tersedia untuk pengguna Android dan iOS, jadi lebih memudahkan Anda untuk berkarya. Daftarkan diri Anda dan bersiap untuk menerbitkan karya.

  1. Storial.co

Storial.co

Storial.co ini merupakan situs menulis online yang diciptakan untuk melahirkan banyak penulis baru. Pada situs ini juga memiliki komunitas menulis, bagi Anda yang sedang bingung mencari topik atau inspirasi menulis, Anda dapat berdiskusi secara online dengan para anggota yang ada di dalam komunitas tersebut.

Dengan hadirnya Storial.co ini Anda akan disuguhkan dengan desain website yang menarik, jadi pembaca maupun penulis dapat lebih menikmati kegiatannya.

  1. Penana

Penana

Apakah Anda sering mendengar aplikasi Penana?

Penana hadir di aplikasi dan situs website yang dapat Anda gunakan sebagai sarana untuk publikasi karya tulisan Anda. Aplikasi ini masih tergolong masih baru jika dibandingkan dengan aplikasi lainnya. Penana hadir dengan menyediakan fitur yang cukup menarik yaitu fitur lomba menuis rutin yang disebut dengan NaNoWrimo.

Jika Anda tertarik untuk menggunakan aplikasi ini, carannya penggunannya cukup mudah, Anda dapat menggunakannya melalui aplikasi ataupun situs website. Lalu Anda hanya perlu mendaftarkan akun Anda dengan mengisi data diri.

Tak hanya itu, pembaca juga dapat memberikan komentar terhadap tulisan yang dimuat di aplikasi atau situs web Penana. Jadi penulis dapat lebih mengerti saran dan kritik dari karya tulisannya.

  1. Jotterpad

Jotterpad

Bagi Sebagian penulis, mewujudkan suatu karya tidak terbatas, karena dapat dilakukan dan melalui platform mana saja. Salah satunya adalah Jotterpad, aplikasi ini merupakan aplikasi yang cocok digunakan oleh para penulis yang ingin melebarkan sayap pada penulisan novel, puisi, lirik lagu, dan juga artikel. Tak perlu khawatir, format penyimpanan pada aplikasi ini ada beragam, yaitu mulai dari txt, pdf, markdown, dan docx.

Lalu bagaimana cara memakainya? Bagaimana jika saya tidak familiar dengan aplikasi ini? Tenang, aplikasi ini didesain dengan user-friendly sehingga Anda juga dapat lebih mudah menggunakannya. Tak hanya itu, font atau karakter huruf pada Jotterpad memiliki banyak pilihan yang dapat Anda sesuaikan dengan gaya tulisan, bentuk tulisan dan lainnya.

Para pembaca juga akan disuguhkan dengan sensasi membaca yang mengasikkan, sehingga para pembaca akan mendapatkan kesan “membaca seperti dari buku”.

Jadi bagaimana? Para penulis pemula, apakah sudah mulai tertarik menulis dan mempublikasikan karya melalui website dan aplikasi di atas?

Untuk penerbitan buku secara fisik agar dapat diedarkan secara luas dan memiliki nomor standart buku, agar lebih terpercaya. Scopindo Media Pustaka jawabannya. Untuk info selengkapnya? Klik website www.scopindo.com

Ini Dia, 5 Buku Rekomendasi Terfavorit Untuk Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Terbitan Scopindo Media Pustaka

Jika berbicara tentang dunia perkuliahan, tak henti-hentinya tim Scopindo Media Pustaka memberikan saran buku referensi yang dapat Anda gunakan sebagai sumber belajar dan mengajar. Nah, untuk menunjang perkualiahan, buku referensi juga harus memiliki isi buku yang menarik dan terbaik. Anda penasaran, apa saja buku yang dimaksud?

Berikut ini 5 rekomendasi buku referensi jurusan perkuliahan ilmu komunikasi terbitan Scopindo Media Pustaka :

  1. Komunikasi Persuasif dalam Dakwah Konteks Indonesia

Komunikasi Persuasif - Depan (1)

Buku ini ditulis oleh Lina Masruroh dan dibanderol dengan harga Rp 80.000. Buku ini menjelaskan tentang dakwah islami, dengan pembatasan jarak yang luar biasa tersebut kita dituntut untuk lebih melek teknologi agar terus bisa terhubung dengan manusia lainnya. Demikian hal nya dalam bidang dakwah, karena masjid-masjid ditutup dan kita dilarang mengadakan acara keagamaan yang menghimpun banyak orang maka jalan satu-satunya yang paling mungkin dilakukan adalah dakwah secara virtual. Sebelum pandemi ini terjadi di Indonesia memang sudah ada dai-dai yang melakukan dakwah virtual lewat akun Instagram ataupun youtube. Namun sebelum pandemi kegiatan tersebut hanya sampingan saja karena masih ada dakwah yang dilakukan secara langsung. Ketika masa pandemic dakwah virtual menjadi pilihan utama yang harus dilakukan. Karena menjadi pilihan utama maka dakwah virtual ini harus lebih menarik dari biasanya. Dengan menghadirkan komunikasi persuasif dalam konteks dakwah diharapkan bisa menghadirkan keberhasilan yang lebih nyata dalam pelaksanaan dakwah virtual di Indonesia.

  1. Komunikasi Organisasi

Komunikasi Organisasi

Buku ini berisi tentang sejarah perkembangan ilmu komunikasi, pengertian serta konsep dasar komunikasi organisasi, komunikasi dan struktur organisasi, dimensi komunikasi organisasi dan penggolongan komunikasi organisasi. Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata Latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama disini maksudnya adalah sama makna (Effendy, 2007). Cikal bakal ilmu komunikasi itu sendiri sebenarnya tampil pada zaman Yunani kuno, yang digagas oleh Aristoteles. Dalam gagasan tersebut ia menyebut bahwa di dalam Komunikasi itu terdapat komunikator, pesan dan penerima. (Ngalimun, 2017: 11). Sejarah komunikasi banyak pakar yang mengatakan komunikasi antar manusia itu hampir sama tuanya dengan peradaban manusia. Namun demikian ada beberapa hal yang perlu dicatat, antara lain komunikasi sudah dilakukan oleh nenek moyang kita lebih dan 500.000 tahun yang lalu dan merupakan hasil belajar manusia. Adapun bahasa lisan sudah dimulai jauh sebelum komunikasi tertulis (Neanderthold) yang hidup sekitar 60.000 tahun yang lalu. Buku terbitan Scopindo Media Pustaka, karangan Irene Silviani ini dibanderol dengan harga Rp 105.300.

  1. Public Relations Sebagai Solusi Komunikasi Krisis

Public Relations Sebagai Solusi Komunikasi Krisis

Buku ini berisi public relations dalam sebuah perusahaan tidak hanya berdampak pada stakeholder di luar perusahaan melainkan pada manajemen. Aspek manajemen tersebut mulai dari merencanakan, melakukan program dan mencapai tujuan yaitu pengertian, pemahaman dan dukungan dari publik pada perusahaan. Pengertian, pemahaman dan dukungan dari publik berbentuk opini atau citra positif dari publik kepada perusahaan. Publik dalam public relations terbagi dalam publik internal dan publik eksternal. Kegiatan public relations yang dilakukan oleh perusahaan harus mengikutsertakan seluruh elemen-elemen internal dan eksternal perusahaan. Diperlukan adanya kegiatan public relations yang terencana dan berkelanjutan untuk membina hubungan yang baik antara perusahaan dengan stakeholder di sekitarnya. Salah satu upaya dalam membangun hubungan baik adalah dengan sering melakukan komunikasi baik formal maupun informal yang melibatkan beberapa pihak yang berkepentingan. Buku yang dikarang oleh Irene Silviani, dibanderol dengan harga Rp 98.000.

  1. Strategi Komunikasi Pembangunan dalam Penataan Pedagang Kaki Lima

Buku ini eksklusif ditulis oleh David Cardona ; editor, Irene Silviani, dan dibanderol dengan harga Rp 65.500. Buku ini menjelaskan tentang bagaimana strategi berkomunikasi di sektor usaha perdagangan. Pedagang kaki lima adalah usaha sektor informal berupa usaha dagang yang kadang-kadang juga sekaligus produsen. Ada yang mene- tap pada lokasi tertentu, ada yang bergerak dari tempat satu ke tempat yang lain (menggunakan pikulan, kereta dorong) menjajakan bahan makanan, minuman dan barang-barang konsumsi lainnya secara eceran. Pedagang kaki lima umumnya bermodal kecil terkadang hanya merupa- kan alat bagi pemilik modal dengan mendapatkan sekedar komisi seba- gai imbalan atau jerih payahnya.

  1. Komunikasi Terapeutik Bernuansa Islami

Komunikasi Terapeutik Bernuansa Islami

Buku ini ditulis oleh Dr. Dra. Nina Siti Salmaniah Siregar, MSi. Dan dibanderol dengn harga Rp 82.000. Buku ini menyampaikan bahwa komunikasi merupakan proses penyampaian pesan dengan menggunakan lambang-lambang yang bermakna dari komunikator kepada komunikan dengan suatu tujuan tertentu. Tujuan yang diharapkan dari proses komunikasi yaitu perubahan berupa penambahan pengetahuan, merubah pendapat, memperkuat pendapat serta merubah sikap dan perilaku komunikan atau dikenal dalam tiga tingkatan perubahan atau efek dari suatu proses komunikasi yaitu; perubahan pada pikiran (kognitif) perubahan pada perasaan (afektif) dan perubahan pada perilaku (behavioral). Di dalam dunia kesehatan, kegiatan berkomunikasi juga dilakukan oleh dokter dan tenaga paramedis terhadap pasien. Bentuk komunikasi yang sering dilakukan adalah komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal yang terjalin antara dokter dan paramedis terhadap pasien merupakan hubungan kerjasama yang ditandai dengan tukar menukar baik pesan, pengalaman, pikiran, perasaan, dan perilaku untuk tujuan antara lain dapat meringankan penderitaan pasien dan membantu pasien lebih cepat sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Itulah 5 rekomendasi buku ilmu komunikasi yang dapat Anda jadikan sebagai referensi belajar dan mengajar untuk memperkaya pengetahuan dan memperdalam ilmu. Selain kelima buku rekomendasi di atas, masih banyak rekomendasi-rekomendasi buku pada cabang ilmu komunikasi yang dapat Anda temukan di Scopindo Media Pustaka. Semoga Anda bisa lebih banyak memilih dan lebih banyak mendapatkan bacaan tentang ilmu komunikasi. Info selengkapnya tentang keberagaman, pembelian maupun penerbitan buku, telah ada di www.scopindo.com.

Ternyata Ada Banyak Macam Kata Kerja dan Fungsinya, lho, Apa Saja? Siapkan Catatannya dan Mari Kita Bahas Bersama

Dalam sebuah susunan kalimat, terdiri dari beberapa kata kerja (predikat) yang mempunyai fungsinya sendiri. Tujuannya? Untuk menghasilkan kalimat yang sempurna. Nah, meskipun dalam buku Bahasa Indonesia kita mempelajari banyak kata kerja, namun pada nyatanya, calon penulis masih belum memahami apa itu kata predikat dan fungsinya, atau bahkan sering menggunakan kata kerja yang kurang tepat. Untuk itu, yuk kita pelajari bersama.

1. Pengertian Kata Kerja (Kata Verba)

Secara umum merupakan kelas kata yang menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman atau pengertian dinamis lainnya. Atau bisa juga disebut dengan kata yang menjelaskan tentang suatu perbuatan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang.

Kata kerja menurut Kridalaksana (1994) dalam (Putrayasa 2010:45) yaitu subkategori yang memiliki ciri dapat bergabung dengan partikel tidak, tetapi tidak dapat bergabung dengan partikel di, ke, dari, sangat, lebih, atau agak. Sedangkan Mess (1992:4) mengatakan bahwa sesuai dengan namanya, kata kerja pada umumnya menyatakan suatu pekerjaan, perbuatan atau gerak.

Penggunaan kata kerja juga merupakan suatu elemen penting dalam sebuah pembentukan kalimat, agar dapat menjadi kalimat yang efektif dan utuh. Jenis kata kerja umumnya digunakan sebagai predikat dalam suatu frasa atau kalimat. Jenis kata kerja diklasifikasikan menjadi beberapa kelompol sesuai sifat dan fungsinya.

2. Ciri-Ciri Kata Kerja

Setelah mengerti tentang pengertian dari kata kerja, ada beberapa ciri-ciri dari kata kerja yang dapat Anda kenali, antara lain :

  1. Memiliki makna tindakan, perbuatan, atau aktivitas.
  2. Biasanya disertai dengan kata imbuhan me-, ter-, di-, di-kan, me-kan, ber-an, dan lainnya. Dan juga kata kerja dapat didahului dengan kata pernyataan waktu, misalkan telah, sedang, akan, segera.
  3. Kata kerja juga diikuti dengan kata serta atau keterangan
  4. Untuk dapat mempertegas dan melengkapi kalimat, biasanya sesudah kata kerja disertai dengan kata sifat dan kata keterangan, misalkan Andi belajar dengan tekun sebelum ujian.
  5. Dapat diberi aspek waktu, seperti akan, sedang, dan telah/sudah. Contohnya : Akan makan, sudah pulang, dan lainnya.
3. Jenis-Jenis Kata Kerja

Jenis-jenis kata kerja dapat digolongkan berdasarkan bentuk, objek, subjeknya, dan lainnya, antara lain :

      a. Kata Kerja Berdasarkan Bentuknya
  1. Kata kerja dasar

Merupakan kata kerja yang tidak memiliki imbuhan atau merupakan kata dasar, atau bisa diartikan sebagai kata kerja itu sendiri tanpa adanya kata imbuhan. Misalkan : makan, belajar, minum, bangun, tidur, pulang, datang, dan lainnya.

  1. Kata kerja turunan

Merupakan kata kerja yang sudah mendapatkan kata imbuhan (afiksasi) atau mengalami pemajemukan

Kata kerja turunan ini dibagi menjadi 5 kelompok, antara lain :

  • Verba Turunan Dasar Bebas Afiks Wajib, merupakan kata yang harus memiliki imbuhan agar dapat berfungsi sebagai kata kerja. Contohnya : membesar, berlayar, bertelur, dan lainnnya.
  • Verba Turunan Dasar Bebas Afiks Manasuka, merupakan kata kerja sadar yang ditambahkan kata imbuhan, namun juga dapat berfungsi jika imbuhan itu tidak digunakan. Contohnya : (mem)baca, (mem)beli, (ber)jalan
  • Verba Turunan Dasar Terikat Afiks Wajib, misalkan: bersua, menemukan, bertemu, menyelenggarakan, dan lain sebagainya.
  • Verba Turunan Berulang, merupakan kata kerja yang mengalami pengulangan. Contohnya : menari-nari, berjalan-jalan, dan lainnya.
  • Verba Turunan Majemuk, merupakan kata kerja yang terbentuk dari dua kata yang lain dan sesudahnya digabungkan untuk membentuk makna baru. Contohnya: naik haji, campur tangan, cuci muka, mempertanggungjawabkan.
     b. Kata Kerja Berdasarkan subjeknya
  1. Kata Kerja Verba Aktif

Merupakan kata kerja dimana subjeknya berposisi sebagai pelaku dan biasanya berawalan me- dan ber- . Contohnya : Ali berlari ke rumahnya, Sita memasak gulai di dapur, Ayah sedang membaca koran di teras rumah.

  1. Kata Kerja Verba Pasif

Merupakan kata kerja yang subjeknya berposisi sebagai yang dikenai subjek lain. Kata kerja ini umumnya berawalan di- dan ter-. Contohnya : Karikatur wajah itu digambar oleh Dipta, Adikku terkunci olehku di dalam rumah, dan lainnya.

     c. Kata Kerja Berdasarkan Objeknya
  1. Kata Kerja Transitif

Merupakan kata kerja yang harus memiliki objek, agar dapat diketahui maknanya. Contohnya : Ani mencuci baju, Burhan menendang bola dengan kencang.

  1. Kata Kerja Verba Intransitif

Jika kata kerja transitif membutuhkan objek sebagai kata penjelas, kata kerja ini merupakan kata kerja yang tidak membutuhkan objek. Karena maknanya sudah jelas, namun kata kerja ini  diikuti dengan kata keterangan. Misalnya: Lita sedang tidur di kamarnya, Suci makan ikan di warung tegal.

    d. Kata Kerja Berdasarkan Bentuk Lain
  1. Kata Kerja Benefaktif

Merupakan kata kerja yang menunjukkan pekerjaan atau tindakan yang dilakukan untuk orang lain. Biasanya memiliki kata imbuhan me- dan -kan. Contohnya: Aku membelikan adikku hadiah boneka beruang raksasa, Para warga telah melaporkan insiden curanmor itu ke pihak polisi, dan lainnya.

  1. Kata Kerja Verba Reflektif

Merupakan kata kerja yang menunjukkan perbuatan untuk dirinya sendiri. Biasanya menggunakan kata imbuhan me-, atau ber-. Contoh: Natalie sedang berjemur di pantai, Kucing itu membersihkan badannya yang kotor, Rina memakan masakannya sendiri.

  1. Kata Kerja Verba Resiprok

Merupakan kata kerja yang menunjukkan perbuatan atau kegiatan yang dilakukan oleh dua orang, maknanya telah menunjukkan “saling”. Kata kerja ini biasanya menggunakan kata imbuhan ber- dan -an. Contoh: Mita sedang bersalaman dengan calon mertuanya, Hamidah berangkulan dengan sahabat-                sahabatnya, suara burung itu bersahutan dengan suara ayam.

4. Cara Penggunaan Kata Kerja

Untuk mengerti bagaimana menggunakan kata kerja agar dapat digunakan secara efektif. Kenali terlebih dahulu kata kerja material dan relasional yang sering digunakan dalam menyusun kalimat.

  1. Kata Kerja Material

Merupakan kata kerja berimbuhan yang menunjukkan aktivitas fisik yang dilakukan oleh subjek. Contohnya : menulis, membaca, memasak, dan lainnya.Biasanya memiliki struktur kerja sebagai berikut;

Subyek + Predikat (Kata kerja material) + Obyek + Keterangan (Opsional)

Contoh :

Lanni memasak bubur ayam

S            P              O

  1. Kata Kerja Relasional

Merupakan kata yang berfungsi sebagai penghubung antara subyek dan pelengkap (bersifat wajib), jika dalam kata kerja ini tidak memiliki pelengkap, maka kalimat tersebut akan bersifat rancu. Ada beberapa kata kerja relasional, yaitu :

  • Adalah
  • Merupakan
  • Bersifat
  • Tampak
  • Bernama
  • Terdengar
  • Terasa, dan lainnya

Kata kerja relasional ini memiliki struktur kalimat sebagai berikut :

Subyek + Predikat (Kata kerja relasional) + Pelengkap

Contoh :

Gina adalah siswa teladan

S        P       Pelengkap

Dari beberapa penjabaran kami, semoga dapat menginspirasi dan memberikan manfaat untuk para pembaca. Mari terbitkan buku agar saling memberikan manfaat untuk orang lain. Informasi selengkapnya terkait dengan Scopindo Media Pustaka, silahkan akses website kami di www.scopindo.com dan follow Istagram kami @scopindo_

Bangkitkan Semangat Belajar – Mengajar Melalui Buku Ajar

Menurut Anda, apa yang dimaksud dengan buku ajar?

Buku ajar dapat diartikan sebagai sumber bacaan yang tepat untuk digunakan sebagai buku pegangan untuk suatu mata pelajaran atau mata kuliah, yang disusun oleh pakar atau ahli di bidangnya. Buku ajar juga merupakan salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran dan memenuhi kaidah buku teks serta diterbitkan secara resmi dan disebarluaskan.

Dilansir dari digilub.uinsby.ac.id, buku ajar atau disebut juga bahan ajar menurut Ali Mudlofir adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis dalam bentuk tertulis atau tidak. Buku ini digunakan untuk mendukung terciptanya lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. Buku ini berisi materi pembelajaran yang sifatnya instruksional. Di dalam materi tersebut adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari.

Ada beberapa manfaat dari buku ajar, menurut Greene dan Petty dari kutipan dokumen yang dipublikasikan melalui sc.syeknurjati.ac.id, antara lain :

  1. Mencerminkan sudut pandang modern tentang pengajaran dan mendemonstrasikan aplikasi dalam bahan pengajaran tersebut
  2. Menyajikan sumber pokok masalah yang mudah dibaca dan bervariasi yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran terutama untuk meningkatkan keterampilan ekspresional
  3. Menyediakan sumber tentang keterampilan ekspresional
  4. Menyajikan metode dan sarana pengajaran yang memotivasi mahasiswa atau siswa
  5. Menyajikan fiksasi sebagai penunjang latihan dan tugas praktis
  6. Menyajikan bahan atau sarana evaluasi dan remedial yang tepat.

Sedangkan, menurut Depdiknas (Departemen Pendidikan Nasional), manfaat buku ajar terdiri dari :

  1. Membantu dosen atau guru dalam proses pembelajaran
  2. Memudahkan penyajian materi saat pembelajaran di kelas
  3. Membimbing mahasiswa atau siswa belajar dalam waktu yang lebih banyak
  4. Mahasiswa atau siswa tidak tergantung pada dosen atau guru
  5. Menumbuhkan motivasi mahasiswa dalam pengembangan diri terutama dalam memahami materi

  Contoh Buku Ajar

Setelah mengetahui pengertian dan manfaat dari buku ajar, ada beberapa contoh dari buku ajar yang bisa menjadi rekomendasi untuk Anda. Melalui buku ajar terbitan Scopindo Media Pustaka ini semoga diantaranya ada yang menjadi pilihan Anda dan dapat menjadi pembangkit semangat belajar  bagi para mahasiswa atau siswa yang mempelajarinya :

  1. Buku Ajar Konsep Sistem Informasi

Buku bahan ajar ini berjudul “Konsep Sistem Informasi” yang membahas tentang berbagai ilmu dasar–dasar tentang sistem informasi dengan pembahasan yang singkat, padat, jelas, dan disertai berbagai ilustrasi gambar, serta contoh-contoh aplikasi. Buku bahan ajar ini ditujukan untuk berbagai kalangan pembaca mulai dari dari siswa SMA/SMK, Mahasiswa, Guru, Dosen, maupun kalangan umum yang tertarik dengan teknologi sistem informasi. Buku bahan ajar ini juga dapat digunakan sebagai referensi untuk mata kuliah yang terdapat pada prodi sistem informasi. Semoga dengan adanya buku bahan ajar sistem informasi ini dapat memacu semangat belajar untuk meningkatkan ilmu dan teknologi serta sumber daya manusia yang unggul dan berprestasi.

  1. Buku Ajar Matematika Ekonomi II

Buku terbitan asli Scopindo Media Pustaka ini terdiri dari 7 bab yang di dalamnya disajikan materi Matematika Ekonomi II dengan ringkas disertai dengan berbagai rumus, tabel, dan grafik yang disusun secara sistematis agar memudahkan mahasiswa memahami materi secara efektif. Selain itu terdapat contoh soal dan pembahasan sehingga memudahkan mahasiswa memahami pengaplikasian materi Matematika Ekonomi II dalam berbagai macam soal.

  1. Buku Ajar Manajemen Keuangan

Buku Manajemen Keuangan I, ini dibuat untuk mahasiswa Semester IV yang saat ini sedang memprogram mata kuliah Manajemen Keuangan I. Buku ini memberikan dasar dan konsep pemahaman Manajemen Keuangan I, yang meliputi keputusan pendanaan, keputusan investasi maupun keputusan dividen. Buku ini menjelaskan tentang teori keuangan dan penerapannya dalam lingkup perusahaan. Pembahasannya hanya bersifat dasar dan sederhana tanpa meninggalkan esensi dan teori keuangan. Pada setiap bahasan dilengkapi dengan contoh soal tanpa meninggalkan konsep teori manajemen keuangan dan setiap akhir bab dilengkapi dengan pertanyaan studi dan uji diri. Hal tersebut diharapkan untuk melatih mahasiswa dalam memahami tentang apa yang baru dipelajari pada setiap pokok bahasan.Buku tersebut diharapkan dapat menjadi buku literatur/acuan yang diperuntukkan bagi mahasiswa maupun pengajar mata kuliah manajemen keuangan. B+W89uku Manajemen Keuangan I ini meliputi 9 bab yang terdiri dari Pengertian Dasar Manajemen Keuangan, Laporan Keuangan dan Arus Kas, Analisis Laporan Keuangan, Konsep Nilai Waktu Uang, Penilaian Saham, Penilaian Obligasi, Biaya Modal Perusahaan, Penganggaran Modal, Penyusutan, Penganggaran Modal dan Estimasi Arus Kas dan Topik Lain Dalam Penganggaran Modal.

  1. Buku Ajar Praktek Peradilan Perdata

Buku ini disusun dengan sederhana dengan maksud agar mudah dibaca dan dipahami. Buku ini membahas proses beracara pada peradilan perdata yang dilengkapi dengan contoh-contoh berkas yang meliputi surat kuasa, gugatan, jawaban, replikduplik, pembuktian, kesimpulan, dan putusan.

Sekian untuk penjelasan tentang buku ajar kali ini. Lalu, kapan Anda akan memulai menulis buku ajar sebagai buku terbitan Anda sendiri? Atau justru sudah mulai menyusun dan saat ini dalam proses terbit?

Nah, untuk penerbitan buku ajar dan pembelian buku ajar, Scopindo Media Pustaka jawabannya. Informasi selengkapnya, bisa Anda dapatkan melalui website kami di www.scopindo.com dan intagram kami @scopindo_

Hadirkan Audio Book Sebagai Alat Bantu Baca, Scopindo Media Pustaka Siap Luncurkan Digital Podcast Berjudul #BukuDengar

Dengan berkembangnya zaman, teknologi sudah tak perlu diragukan lagi kecanggihan dan manfaatnya. Salah satu pemanfaatan teknologi, bisa ditemukan pada berbagai platform media social yang dapat mempublikasi karya, sebut saja platform digital podcast. Pada unggahan podcast bukan hanya berisi tentang cuitan, curhatan semata, namun juga ada yang berisi tentang buku dan penjabaran ilmu. Melalui digital podcast, karya original dapat menjadi menarik ketika dibawakan dan dikemas secara menarik.

Untuk Anda yang belum mengetahui tentang arti Podcast, Podcast merupakan dua kata yaitu Pod dan Cast. Kata pod merupakan singkatan dari Playable on Demand. Kata Cast singkatan dari broadcast artinya siaran. Ada juga yang menyebutkan bahwa podcast berasal dari kata iPod dan broadcast.  “Podcast adalah berkas digital berupa audio yang pendengarnya diharuskan mengunduh terlebih dahulu untuk bisa mendengarkan audio tersebut”.[1]

Awal kehadiran Podcast ini di tahun 2004 dan dikhususkan untuk diputar pada perangkat Mac dan iPod. Namun sejalan dengan berkembangnya zaman, beberapa platform online juga telah menyediakan ladang untuk podcast diantaranya adalah Podcast Spotify, Google Podcast, Apple Podcast dan lain sebagainya.

Podcast ini mirip dengan siaran radio, namun diberikan sentuhan modernisasi, karena Anda dapat memilih kategori podcaster siapa dan membahas tentang apa sesuai dengan keinginan. Berikut beberapa manfaat dari podcast, antara lain [2] :

  1. Melatih imajinasi. Konten podcast disajikan melalui audio yang mendorong pendengarnya untuk membayangkan apa yang sedang disampaikan dalam rekaman podcast. Hal ini mendorong imaginasi pendengarnya.
  2. Menjadi pendengar yang lebih baik. Karena podcast merupakan rekaman suara maka aktivitas mendengarkan podcast akan melatih Anda untuk menjadi pendengar yang lebih baik. Anda dikondisikan untuk menyimak pembicaraan dari awal sampai akhir untuk dapat memahami konten yang disajikan.
  3. Belajar hal baru. Konten podcast yang menyajika beragam topik dapat memberikan kesempatan untuk Anda untuk mempelajari hal baru. Anda dapat memilih topik yang menarik menurut Anda dari hal-hal baru yang disajikan podcast.
  4. Dapat dinikmati kapan dan dimana saja. Selain manfaat tersebut, Anda dapat dengan mudah mendengarkan konten podcast kapan saja dan dimana saja.

Untuk membuat pembaca atau pendengar semakin bersemangat dan termotivasi dalam membaca buku dan literasi, Scopindo Media Pustaka menghadirkan Podcast #BukuDengar untuk Anda, sehingga dapat dijadikan alternatif membaca asik untuk Anda. Segera kunjungi Podcast Scopindo Media Pustaka di aplikasi Spotify.

SALAM LITERASI.

 

 

Sumber :

Eril, Mengenal apa itu podcast & perkembangannya saat ini, Qwords.com, diakses tanggal 8 bulan Juli 2021, Tak hanya menghibur, berikut 4 manfaat dari mendengarkan podcast, kumparan.com, diakses 09-09-2020

Pernahkah Anda Mendengar Istilah ISBN? Para Penulis Wajib Tahu!

Apakah Anda suka membaca buku atau bahkan gemar menulis buku? Pastikan Anda tahu tentang istilah ISBN pada terbitan buku. Pada umumnya, ISBN difungsikan untuk mengetahui keaslian buku, namun apa arti dari ISBN itu sendiri?

Pengertian ISBN

ISBN (International Standart Book Number) adalah deretan angka 13 digit sebagai pemberi identifikasi unik secara internasional terhadap satu buku maupun produk seperti buku yang diterbitkan oleh penerbit. Setiap nomor memberikan identifikasi unik untuk setiap terbita buku dari setiap penerbit, sehingga keunikan tersebut memungkinkan pemasaran produk yang lebih efisien bagi toko buku, perpustakaan universitas maupun distributor. (Sumber : isbn.perpusnas.go.id/)

Lewat kegiatan cek ISBN maka bisa diketahui detail mengenai identitas buku tersebut. Mulai dari judul buku, nama penulisnya, nama penerbitnya, dan unsur lain di dalam identitas buku.

Lalu apa fungsi dari ISBN itu sendiri? Dan seberapa pentingnya ISBN untuk identitas buku itu sendiri?

ISBN merupakan komponen yang penting untuk buku, hal ini difungsikan sebagai :

  1. Sebagai Penguat Identitas Buku

Seperti yang kita tahu, isu plagiarisme menjadi hal yang sangat meresahkan. Selain dapat merugikan pihak, juga dapat memberikan dampak yang buruk terhadap buku terbitan asli. Dengan adanya nomor serial ISBN, kita tahu adanya nama penulis, nama penerbit, dan lainnya.

  1. Penulis di Indonesia Menjadi Lebih Banyak

“Banyak Jalan Menuju Roma”, ada banyak cara untuk mencapai suatu tujuan. Para penulis banyak menanyakan perihal bagaimana cara pembuatan ISBN dan beberapa diantaranya merasa bahwa tidak memiliki waktu untuk mengurusnya. Kini, para penulis bisa menggunakan jasa penerbit untuk kepengurusan ISBN. Kemudahan ini yang tentunya akan mendorong lebih banyak orang untuk menjadi penulis yang produktif dan dapat terus berkarya melalui tulisan yang berkualitas.

  1. Kredibilitas Buku Terbitan Menjadi Lebih Terjamin

Dengan buku terbitan yang dilabeli oleh nomor seri ISBN, buku tersebut terjamin legalitasnya. Selain itu, pihak penerbit juga telah memberikan pelayanan terbaik untuk para penulis, hal tersebut yang menjamin buku tersebut menjadi lebih berkualitas.

  1. Promosi Buku dan Distribusinya Akan Lebih Mudah

Selain menulis buku, penulis juga harus mempertimbangkan promosi karyanya untuk dapat diterima oleh lebih banyak pembaca. Agar promosi mudah dan cakupan wilayahnya luas, maka wajib ada nomor ISBN. Hal tersebut juga menjadi tugas penerbit untuk memastikan arus promosi dan distribusi buku lebih efektif. Namun penulis harus hati-hati dalam memilih penerbit, agar tidak terselubung ke penerbit yang tidak bertanggung jawab dan ada kesalahan distribusi.

Tanpa adanya ISBN pun, proses distribusi buku rawan adanya kesalahan, sehingga hal tersebut dapat merugikan penulis maupun penerbit itu sendiri. Buku tidak lagi tertukar saat didistribusikan, pembeli pun bisa mendapatkan buku yang sesuai dengan pesanan. Jadi, untuk mendukung kelancaran arus distribusi maka buku perlu memiliki kode ISBN.

Bagaimana Cara Mengecek Nomor Seri ISBN Secara Mandiri?

Untuk mengetahui nomor seri ISBN pada buku, dapat dilihat pada sampul belakang buku terbitan. Cara mengetahui informasi selengkapnya tentang buku tersebut, dapat melalui website https://isbn.perpusnas.go.id/ lalu mengetikkan nama pengarang / penerbit / nomor ISBN pada buku.

Bagaimana? Dari rangkuman yang telah dibuat oleh Scopindo Media Pustaka di atas, apakah sudah dapat pencerahan? Nah, untuk penerbitan buku, Anda dapat mempercayakannya kepada Scopindo Media Pustaka, sebagai penerbit professional dan berkualitas. Melayani Anda dari awal edit buku hingga buku terbit. Info selengkapnya : www.scopindo.com

(Sumber : “Info ISBN”. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. n.d. Web. 06 Juli 2021)

Add to cart