Ingin Work From Home Jadi Lebih Produktif dan Menyenangkan? Scopindo Media Pustaka Punya Rekomendasi Buku yang Bisa Temani Hari-Hari Anda

 Sejak kasus pandemi covid-19 yang kembali meningkat, pemerintah mulai menerapkan sistem PSBB, PPKM mikro, dan juga PPKM darurat. Begitu pula dengan anjuran atau perintah untuk membatasi kegiatan di luar rumah, sebagai upaya mengantisipasi lonjakan penularan virus covid-19. Hal ini juga yang mengharuskan perusahaan atau organisasi profesional untuk melaksanakan kegiatan bekerja dari rumah (work from home).

Sering kali kegiatan bekerja dari rumah menjadi sebuah keresahan untuk para pekerja, karena untuk sebagian orang merasakan ketidaknyamanan bekerja secara professional dari rumah, dan hal itu yang rentan menyebabkan stress. Untuk menjaga imunitas agar tetap stabil, Anda perlu menjaga kesehatan tubuh dan mental. Mengapa harus menjaga kesehatan mental juga? Karena kesehatan mental merupakan wujud dari kesehatan itu sendiri yang bisa mendukung imunitas agar tetap stabil dan meningkat, salah satu caranya adalah dengan mengelola stress.  Anda dapat melakukan kegiatan yang positif seperti membaca buku untuk mengusir kejenuhan dikala work from home.

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi buku dari terbitan asli Scopindo Media Pustaka yang cocok untuk menemani work from home Anda.

Work From Home Produktif

 

 1. Buku INOVASI : Konsep, Manajemen, dan Strategi

Buku ini ditulis oleh Dr. Jimmy Lizardo, Dr. Agus Samsudin, dan Dr. Arya Permadi. Buku ini merupakan pilihan yang tepat untuk Anda yang ingin menambah wawasan dalam hal berinovasi untuk bisnis atau sesuatu yang baru. Buku ini berisi bahwa setiap orang pada hakikatnya dapat melakukan suatu inovasi, karena setiap orang dapat melakukan cara baru dalam melakukan sesuatu hal, ini berarti bahwa inovasi dapat mengubah proses atau menciptakan cara yang lebih efektif bagi produk atau ide-ide.

Sesungguhnya, menjadi inovatif tidak berarti harus menemukan sesuatu yang baru, bisa saja dengan mengganti model bisnis, melakukan adaptasi terhadap lingkungan atau mungkin mengganti proses bisnis yang ada. Apalagi di masa disrupsi dan pandemi ini dimana dampaknya secara signifikan dirasakan oleh semua sektor karena ada perubahan perilaku konsumen. Dengan demikian inovasi menemukan momentum kembali agar setiap organisasi perlu melakukan inovasi dan suka atau tidak suka setiap pelaku bisnis “dipaksa” untuk melakukan inovasi.

   2. Buku PEREMPUAN YANG: Santri, penyelenggara pemilu, sopir ojek online, difabel, waranggana, kuli panggul, nelayan, buruh        pabrik, penjual jamu keliling, satpam, dan pekerja seks.

Buku ini disusun oleh Srikandi Bawaslu di Jawa Timur, yang merupakan kumpulan tulisan dari para perempuan penyelenggara pemilu di Jawa Timur yang telah melakukan wawancara, datang menemani dan mendengarkan segala cerita perempuan “pinggiran” dalam menghadapi pemilu. Mereka bercerita tentang pengalamannya mengikuti pemilu, pengetahuan-pengetahuan yang terbatas, sikap dan pandangan politik, serta mimpi-mimpinya tentang demokrasi dan masa depan Indonesia. Membaca kumpulan tulisan ini kita akan menyadari bahwa tanggung jawab sebagai penyelenggara pemilu dan pemangku kebijakan cukup besar serta perlu terus ditingkatkan. Mungkin diantara kita banyak yang suka bicara di ruang seminar, depan televisi dan berdebat sengit untuk urusan tertentu. Namun barangkali kita perlu sejenak diam dan lebih banyak memfungsikan telinga kita untuk memperjuangkan mereka dalam kebijakan yang nyata.

   3. Buku THERAPY SELF HATER HEALING

Buku yang ditulis oleh Renny Nirwana Sari yang terinspirasi dari berbagai aktivitas yang sering dilakukan oleh generasi milenial di kehidupan sehari-hari, yang tak lepas dengan gadget dan dunia maya, baik itu sosial media, game online, belanja online, traveling dan aktivitas lainnya. Bagi beberapa orang bahkan semua orang, internet merupakan jendela dunia sehingga dengan mudah kita terima baik informasi yang bersifat ilmiah, bisnis, intertaiment, gosip ataupun hoax. Para pengguna internet saat ini disebut pula sebagai warganet atau netizen. Warganet atau netizen banyak dipakai pada pertengahan 1990an pionir dan pengarang internet Michael F.Hauben yang terkelnal mentenarkan istilah tersebut untuk menyebut orang-orang yang memakai dan mendiami geografi dari internet. Nitizen memiliki banyak kebebasan berbicara secara online.

Dari ketiga rekomendasi buku di atas, apakah Anda sudah berminat untuk beralih hobi ke membaca buku, dikala bekerja dari rumah dan di rumah saja? Atau sudah punya judul  incaran dari ketiga buku di atas?

Nah, buku-buku di atas bisa Anda dapatkan di website kami www.scopindo.com atau bisa melalui marketplace favorite Anda.

Efektifkah Vaksinasi Dilakukan Untuk Memutus Rantai Penularan Covid-19? Ini Dia Jawabannya.

Apakah Anda sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19? Atau masih bertanya-tanya tentang keefektifannya. Scopindo Media Pustaka merangkumnya untuk Anda semua.

Hingga saat ini, pandemi virus Corona belum juga berakhir dan masih “betah” tinggal. Untuk menekan adanya penyebaran yang kian merajalela, pemberian vaksin Covid-19 mulai dilakukan. Lantas, apakah Anda sudah mengenali apa itu vaksinasi Covid-19?

Apa Itu Vaksinasi Covid-19?

Secara umum, vaksinasi merupakan pemberian vaksin dalam rangka meningkatkan kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terkena penyakit, tidak menimbukan efek yang serius dan tidak menjadi sumber penularan. Vaksinasi Covid-19 ini diberikan guna untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) agar masyarakat jadi lebih produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Sebagian dari Anda, mungkin memiliki pertanyaan, lalu, bagaimana resikonya jika tidak melakukan vaksinasi Covid-19?

Secara medis, vaksinasi yang bertujuan untuk memperkebal secara spesifik terhadap suatu penyakit tertentu. Tentu, apabila seseorang tidak mendapatkan vaksinasi, maka ia tidak akan memiliki kekebalan spesifik.

Dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19, orang dewasa/lansia yang tidak mendapatkan vaksinasi Covid-19 lengkap sesuai jadwal serta kesehatan kesehatan maka akan rentan tertular dan jatuh sakit akibat COVID-19

Siapa Sasaran Vaksin dan Kapan Pelaksanaannya?

Sasaran vaksin adalah kelompok prioritas penerima vaksin, yaitu WNI yang diberikan lebih dari 18 tahun. Sedangkan untuk penduduk yang berusia di bawah 18 tahun dapat diberikan vaksinasi apabila telah tersedia data keamanan vaksin yang memadai dari Badan Pengawas Obat dan Makanan

Untuk pelaksanaannya, saat ini dibagi menjadi 4 tahap, antara lain:

  1. Tahap 1, dilakukan oleh sasaran prioritas yaitu tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan, yang berusia 18 tahun ke atas. NAKES (Tenaga Kesehatan) diprioritaskan terlebih dahulu karena tenaga kesehatan dan tenaga penunjang lain yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan serta petugas layanan publik merupakan kelompok berisiko tinggi tertular Covid-19, karena dalam bekerja langsung dengan pasien/ masyarakat banyak.
  2. Tahap II, dilakukan oleh kelompok lansia (diatas 60 tahun) dan petugas pelayanan publik seperti TNI/Polisi, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya. Lansia menjadi prioritas kedua setelah NAKES (Tenaga Kesehatan) karena lansia merupakan kelompok berisiko tinggi mengalami keparahan bahkan kematian jika terinfeksi COVID-19.
  3. Tahap III, dilakukan oleh kelompok prioritas masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi, yang berusia 18 tahun ke atas dan masyarakat lainnya dari kelompok prioritas yang dilakukan vaksinasi pada tahap I dan tahap II

Bagaimana Dengan Dosis Vaksin yang Boleh Diberikan?

Dosis dan cara pemberian harus sesuai dengan rekomendasi setiap jenis vaksin COVID-19. Jenis vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi saat ini adalah vaksin Sinovac dan Astrazeneca. Vaksin Sinovac telah mendapatkan predikat halal dari MUI sedangkan vaksin Astrazeneca ditetapkan bahwa penggunaannya diperbolehkan (mubah) karena pada kondisi darurat.

Dosis yang disarankan untuk vaksin Sinovac yaitu 2 dosis dengan pemberian antar dosis yaitu 28 hari, dan tiap dosis sebanyak 0,5 ml. Sedangkan untuk dosis vaksin Astrazeneca yaitu 2 dosis dengan pemberian antar dosis yaitu 12 minggu, dan tiap dosis sebanyak 0,5 ml.

Siapa Saja yang Diperbolehkan dan Tidak Diperbolehkan Melaksanakan Vaksinasi?

Tentu, vaksin akan diberikan kepada mereka yang sehat, namun ada beberapa kelompok yang tidak diperbolehkan melaksanakan dan mendapatkan vaksinasi, antara lain :

  1. Orang yang sedang demam, suhu badan lebih dari 37,5 derajat Celcius
  2. Orang dengan hipertensi yang tidak terkontrol
  3. Orang yang mengalami alergi berat setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya (dosis 1)
  4. Orang yang sedang hamil
  5. Orang yang penyakitnya mengidap autoimun, seperti asma dan lupus
  6. Orang yang sedang mendapatkan pengobatan untuk gangguan darah, kelainan darah, defisiensi imun dan transfusi darah
  7. Orang yang sedang mendapat pengobatan immunosu pressant seperti kortikosteroid dan kemoterapi.
  8. Orang yang memiliki penyakit jantung berat dalam keadaan sesak.

 

Selain orang-orang yang tidak boleh diberikan vaksin seperti yang telah disebutkan di atas, ada pula orang yang dapat diberikan vaksin, yaitu penyintas Covid-19. Penyintas COVID-19 dapat divaksinasi 3 bulan setelah sembuh. Jika setelah dosis pertama yang terinfeksi Covid-19 maka dosis pertama vaksinasi tidak perlu diulang tetap diberikan dosis kedua dengan interval yang sama yaitu 3 bulan sejak dinyatakan sembuh.

Lalu, apakah vaksinasi Covid-19 bisa dinyatakan aman untuk mati secara luas?

Perlu diketahui, bahwa vaksin yang telah mati secara luas saat ini merupakan vaksin yang telah diuji secara klinis dan melalui proses panjang serta sudah memenuhi syarat Aman, Ampuh, Stabil, Efisien dari segi biaya. Vaksin Covid-19 ini juga telah mendapatkan Izin Penggunaan Pada Masa Darurat dari BPOM

Jika dilihat dari seberapa ampuh vaksinasi Covid-19 ini dalam jangka panjang, memang diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui jangka dari perlindungan terhadap penularan. Namun untuk efektifitas vaksinasi Covid-19 ini secara data hasil uji klinis, vaksin yang sekarang telah beredar merupakan vaksin yang aman.

Apakah ada efek samping setelah vaksinasi Covid-19 ini diberikan?

Secara umum, ada beragam efek samping yang ditimbulkan setelah vaksinasi Covid-19 ini diberikan, dengan efek samping ringan dan bersifat sementara, hal tersebut juga tergantung dengan kondisi tubuh. Biasanya, efek yang ditimbulkan antara lain:

  1. Reaksi lokal, seperti nyeri, kemerahan, bengkak pada bekas banjir.
  2. reaksi sistematik, seperti demam, nyeri seluruh tubuh, nyeri sendi, badan lemah, mual dan sakit kepala.

Namun, jika terjadi Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), dapat dilaporkan kepada Fasyankes tempat pemberian vaksinasi, kemudian akan ditindaklanjuti oleh kejadian focal point yang ada di masing-masing Dinas Kesehatan. Jika setelah vaksinasi, terjadi efek samping tersebut, hal-hal yang perlu dilakukan adalah :

  1. Tetap tenang
  2. Jika terjadi nyeri, bengkak pada bekas benturan, bisa Anda kompres dengan air dingin
  3. Jika demam, kompres dengan air hangat, perbanyak minum air putih dan istirahat
  4. Jika dibutuhkan, minum obat sesuai anjuran petugas vaksinasi
  5. semua reaksi / keluhan kepada petugas kesehatan.

Meskipun sudah melakukan vaksinasi, jangan lupa untuk tetap menerapkan 5M (menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir selama 20 detik, menjaga jarak minimal 1 meter, menghindari dan membatasi gerak agar Indonesia segera pulih dan bangkit dari pandemi.)

Mari untuk saling mengedukasi, mengimbau, dan mengajak agar turut andil dalam vaksinasi Covid-19 ini. Nah, setelah melakukan vaksinasi, setiap Penerbitan Buku dan Pembelian Buku terbitan Scopindo Media Pustaka dengan menunjukkan bahwa Anda sudah divaksin, maka Anda berhak mendapatkan promo spesial 30%. Promo ini berlaku untuk Bulan Juli 2021 saja.

Vaksin Covid 19 - Promo Juli 2021

Ayo dukung terus vaksinasi Covid-19 dan terbitkan karya Anda di Scopindo Media Pustaka

Sumber : Direktorat Jenderal P2P. 2021. Buku Saku Tanya Jawab Seputar Vaksinasi Covid-19. Jakarta : Dipublikasi oleh Kementerian Kesehatan RI.

Perbedaan Buku Fiksi dan Non Fiksi yang Perlu Anda Ketahui, Apa Saja? Yuk Simak Bersama.

Tahukah Anda, bahwa buku fiksi dan non fiksi itu berbeda, perbedaan bukan hanya tentang pembahasan apa yang diangkat, namun juga jenis tulisan, gaya tulisan, orientasi pembaca, dan lainnya.

Namun kali ini Scopindo Media Pustaka akan mengulas sedikit tentang perbedaan buku fiksi dan non fiksi, Check it out!

 1. Berdasarkan Pengertian

     a. Buku Fiksi

 Buku fiksi merupakan sebuah karya yang dihasilkan oleh penulis berdasarkan imajinasi, khayalan, atau rekaan. Mulai dari cerita suasana dalam cerita, tokoh, konflik, semuanya dibangun fiktif oleh penulis berdasarkan imajinasi.

Buku bergenre ini, pembaca diajak untuk menyelami dunia buku, serta menyertakan fakta-fakta tentang sejarah dan social yang ada untuk memperkuat cerita agar lebih meyakinkan dan mendalami.

Bahasa yang digunakan untuk buku fiksi ini biasanya menggunakan kata kiasan atau konotatif, sehingga pembaca diajak untuk menyelami buku dengan bahasa yang tidak biasa.

    b. Buku Non Fiksi

Berbeda dengan buku fiksi, buku non fiksi ini merupakan buku yang berisi tentang kejadian sebenarnya dan bersifat informatif. Buku ini juga berdasarkan fakta dan kenyataan (tentang karya sastra, karangan dan sebagainya)

Buku dengan genre ini memuat informasi, deskripsi, peristiwa, tempat, karakter dari suatu objek. Serta dibuat dengan berdasarkan pengamatan dan data yang berisi fakta, maka dari itu, buku non fiksi ini sering digunakan sebagai sumber referensi oleh para pembaca.

Bahasa yang digunakan untuk buku non fiksi biasanya menggunakan bahasa denotative atau bahasa sebenarnya, sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami maksud dari penulis.

  2. Berdasarkan Ciri – Ciri

Jika dilihat dari ciri-ciri, ada juga perbedaan antara buku fiksi dan non fiksi, antara lain :

      a. Buku Fiksi :

  1. Buku bergenre fiksi memuat hal-hal yang bersifat imajinatif
  2. Buku fiksi lebih banyak menggunakan bahasa santai dan bersifat kiasan, penulisan juga menggunakan bahasa majas. Ada banyak sekali bentuk majas, mulai dari majas hiperbola, personifikasi, paradok dan lainnya. Tujuan penggunaan majas juga memberikan“nafas” untuk tulisan agar menjadi lebih sentimentil.
  3. Tidak memiliki sistematika baku dalam penulisannya.
  4. Mengajak para pembaca menyelami cerita atau buku dan bertujuan untuk mempengaruhi emosi para pembaca
  5. Meskipun mengandung imajinasi dari penulis, buku ini juga memiliki pesan moral.
      b. Buku Non Fiksi
  1. Penulisannya menggunakan Bahasa formal
  2. Penulisannya menggunakan bahasa denotatif yang mudah dipahami oleh para pembaca. Penulisan buku nonfiksi disampaikan secara langsung tanpa ada sekat bakat yang berlebih-lebihan.
  3. Mengandung fakta (berdasarkan kenyataan, factual)
  4. Biasanya berbentuk tulisan ilmiah yang sebelumnya sudah ada fakta, data atau temuan dari sebuah penelitian.

     c. Contoh Buku Fiksi dan Non Fiksi

Ada beberapa contoh dari buku fiksi yang dapat memperjelas Anda tentang perbedaan antara fiksi dan non fiksi, yaitu :

  1. Novel
  2. Cerita Pendek
  3. Puisi
  4. Roman
  5. Fabel, dan lainnya.

Sedangkan untuk contoh dari buku non fiksi adalah :

  1. Skripsi
  2. Buku Mata Pelajaran
  3. Buku Panduan
  4. Buku Kesehatan
  5. Buku Biografi, dan lainnya

Itulah perbedaan dari buku fiksi dan non fiksi, semoga dengan ulasan tersebut, para pembaca dapat memahami perbedaan antara buku fiksi dan non fiksi. Sehingga para pembaca tidak salah mengartikannya.

Untuk Anda yang mempunyai hobi menulis buku non fiksi atau sedang ingin menulis buku terbitan sendiri, terbitkan saja di Scopindo Media Pustaka, Anda dapat menerbitkan tulisan dengan kualitas produk yang terbaik namun dengan harga dan paket penerbitan yang terjangkau.

Kunjungi website kami di www.scopindo.com

Semoga bermanfaat!

Menulis; Apakah Anda Yakin Sudah Mengenalinya dengan Baik? Yuk Mengerti Makna Menulis Bersama Scopindo

Siapa yang tidak tahu dengan kata menulis? Sudah sejak kecil kita diajarkan untuk mencatat sesuatu dengan cara menulis. Sedikit banyak, kita jadi tahu cara dan makna menulis.

Namun, ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan oleh seorang penulis, sebelum menuangkan ide dan gagasannya kedalam sebuah tulisan. Karena pada hakikatnya, menulis bukan hanya sekedar “menulis”, namun juga pesan yang ingin disampaikan, dapat tersampaikan dengan baik.

A. Pengertian Menulis

Menulis merupakan suatu kegiatan atau proses untuk menciptakan suatu catatan, informasi atau karya pada suatu media dengan menggunakan aksara. Pada catatan sejarahnya, menulis dilakukan dengan menggunakan gambar, seperti contohnya pada tulisan Hieroglif pada zaman mesir kuno. Sedangkan tulisan dengan aksara muncul sekitar 5.000 tahun lalu. Banyak orang dari peradaban kuno di selatan Irak menciptakan tanda-tanda pada tanah liat. Hal tersebut mewakili bunyi, yang berbeda dengan tulisan Hieroglif. Semakin berkembangnya kegiatan menulis, satu persatu karya mulai mudah untuk diterbitkan melalui media buku atau elektronik. Begitu juga dengan para pembaca, akan lebih mudah untuk melihat tulisan-tulisan penulis yang digemarinya.

1. KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian menulis adalah menuangkan ide, gagasan, dan opini dalam sebuah kalimat. Dapat juga diartikan sebagai melahirkan pikiran atau perasaan dengan menuangkan isi hati dan pikiran penulis lalu mengaplikasikannya ke dalam bentuk tulisan.

2. Menurut Para Ahli :
a. Menulis menurut Henry Guntur Tarigan

Menurut Henry Guntur Tarigan, menulis merupakan suatu kegiatan menuangkan ide ataupun gagasan yang dipergunakan sebagai berkomunikasi secara tidak langsung, yaitu dengan cara bertatap muka dengan orang lain.

b. Menulis menurut Akhadiat

Mengartikan bahwa, menulis sebagai aktivitas pengekspresian ide, gagasan atau perasaan ke dalam lambang-lambang kebahasaan (bahasa tulis).

c. Menulis menurut Eric Gould, Robert DiYanni, dan William Smith

Menyebutkan bahwa menulis adalah perilaku kreatif karena membutuhkan pemahaman atau merasakan sesuatu: sebuah pengalaman, tulisan, peristiwa.

B. Tujuan menulis :

Setiap penulis harus memiliki tujuan dalam penulisannya, karena menulis bukan hanya sekedar “menulis” atau bahkan menyalin kalimat. Ada beberapa tujuan dalam menulis yang perlu Anda ketahui, antara lain :

1. Menyampaikan dan Memberikan Suatu Informasi

Tulisan bukan hanya rangkaian kata sehingga menjadi kalimat, namun juga tentang menyampaikan informasi agar dapat tersampaikan ke pembaca, baik berupa fakta, peristiwa, pendapat, pandangan dan data. Sehingga pembaca bisa mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru dari tulisan tersebut. Sebagai contohnya, tulisan tentang Tanaman Centella Asiatica ini Daun Centella Asiatica atau lebih sering disebut dengan daun pegagan merupakan tanaman liar yang kerap digunakan untuk pengobatan tradisional secara turun temurun. Herbal yang dikenal dengan nama Gotu Kola ini tumbuh di daerah tropis, seperti Indonesia. Penyebaran daerahnya juga luas, yaitu mencakup di dataran tinggi maupun dataran rendah. Secara umum, daun pegagan berbentuk seperti ginjal dengan tepian bergerigi dengan cabang batang banyak. Tumbuhan ini juga memiliki bunga yang dapat berwarna putih maupun merah muda serta buah kecil-kecil yang berbau harum.

2. Mendidik

Selain bertujuan untuk memberikan informasi, menulis juga bertujuan untuk mendidik, lebih tepatnya yaitu memberikan suatu informasi yang disampaikan melalui tulisan yang nantinya akan memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi para pembacanya. Contohnya, penulis membuat sebuah artikel dengan pesan moral yang disematkan kedalam tulisannya.

3. Menghibur

Tujuan menulis bukan hanya tentang mendidik dan menginformasikan sesuatu, namun juga bisa bertujuan sebagai sarana menghibur, contohnya tulisan yang berupa karangan, novel, komik, cerita pendek, dan lainnya. Penulis juga dapat menambahi bumbu fiksi ke dalam tulisannya, agar terkesan menarik.

4. Membujuk

Merupakan kegiatan untuk meyakinkan seseorang agar dapat terbujuk dengan rayuan serta kata-kata manis yang ditulis. Hal ini bertujuan untuk menentukan sikap para pembaca terhadap ide tulisan yang dituangkan oleh penulis. Seperti contohnya adalah tulisan ajakan pada sebuah artikel atau iklan, atau yang biasa disebut dengan teknik copywriting.

C. Fungsi Menulis

Pada prinsipnya, tulisan bisa menyampaikan pesan penulis pada pembacanya, maka dari itu perlu diketahui fungsi dari menulis itu sendiri, agar pesan penulis dapat tersampaikan dengan efektif. Selain itu, menulis juga memudahkan seseorang untuk merasakan, menikmati, memperdalam daya tanggap atau persepsi untuk memecahkan permasalahan. Berikut ini fungsi-fungsi dalam menulis, antara lain:

1. Fungsi Penataan

Proses dari membuat sebuah karangan yang dalam perjalanannya terjadi sebuah penataan atau pengelolaan gagasan, ide, pendapat, dan lainnya, hingga menjadi sebuah karya yang jelas.

2. Fungsi Pengawetan

Fungsionalitas gagasan yang digunakan hingga bertahan lama, nantinya gagasan akan terdokumentasikan dalam sebuah karya tulisan yang dapat dibaca atau disampaikan kepada orang lain.

3. Fungsi Penciptaan

Hasil karangan yang mewujudkan hal baru. Penulis dapat menciptakan karya lewat tulisan.

4. Fungsi Penyampaian

Ide pikiran yang dituangkan dalam tulisan sehingga menunjukkan bahwa menulis juga memiliki fungsi penyampaian. Dengan begitu, penulis dapat menyampaikan informasi, pesan kepada pembaca.

D. Manfaat Menulis

Sejak kecil kita dikenalkan dengan kegiatan tulis-menulis, namun tahukah Anda, bahwa ada beberapa manfaat dari menulis yang bisa didapatkan, antara lain :

1. Penulis akan mendapatkan kepuasan batin terhadap karya yang telah diciptakan, setelah menuangkan ide, gagasan, bahkan imajinasinya ke dalam sebuah karya tulis.
2. Secara material, penulis juga mendapatkan royalti atau honor dari penerbitan buku atau karya yang telah diciptakan.
3. Tak tertinggal pula dengan kata “popularitas”, secara tidak langsung, berkat penerbitan tulisan atau karya penulis akan mendapatkan popularitas dari apa yang telah ia ciptakan.

E. Teknik Menulis

Bukan hanya ide yang harus dituangkan pada selembar kertas agar bisa menjadi sebuah tulisan atau karya, namun juga ada beberapa Teknik dalam menulis yang dapat membuat tulisan Anda layak dan baik untuk pembaca, antara lain :

1. Jenis Tulisan

Sebuah teknik menulis dapat disesuaikan dengan jenis tulisan apa yang akan ditulis, hal ini dapat mempengaruhi target audience tulisan Anda. Misalnya, jenis tulisan yang ada pada karangan novel, maka jenis tulisan yang dipilih haruslah yang imajinatif dan menghibur.

2. Orientasi Publik

Bisa juga disebut dengan target pembaca, Anda dapat menentukan target pembaca dan diikuti oleh jenis tulisan atau karya Anda, hal ini dapat memudahkan Anda mencari pasar.

3. Pertimbangan Pembaca

Penting adanya tanggapan pembaca tentang tulisan untuk mengetahui keinginan para pembaca.

4. Menentukan dan Mengembangkan Ide Tulisan

Sebelum memulai menulis, penulis haruslah sudah menentukan tema dan ide tulisan. Agar penulis dapat dengan mudah melakukan observasi lebih dalam lagi terkait dengan tulisannya.

5. Penyuntingan

Proses ini merupakan teknik terakhir dalam menulis, proses kegiatan pengecekan kembali sebuah karangan atau tulisan yang dianggap kurang sempurna. Keuntungan kegiatan ini adalah penulis dapat memperbaiki tulisan yang masih mengandung unsur ambigu, salah ejaan, dan lainnya.

 

 

Ingin Buku Anda Segera Terbit, Bagaimana Cara Publikasinya? Inilah Tips Untuk Anda yang Ingin Promosikan Buku Terbitan Sendiri.

 

Buku Anda ingin segera terbit? Pakai cara ini untuk mempromosikan buku atau karya terbitan Anda sendiri.
Dalam mempromosikan karya, tidak selalu sulit atau bahkan berbelit, namun Anda sebagai seorang penulis harus menyusun dan memiliki strategi untuk mempromosikan buku terbitan Anda sendiri.
Berikut cara-cara jitu dari Scopindo untuk Anda :

1. Promosikan karya di Sosial Media

Dewasa ini, kegiatan promosi banyak dilakukan di Sosial Media yang bertujuan untuk menciptakan branding yang kuat pada buku atau karya Anda. Anda dapat mempromosikan buku Anda di platform Instagram, Facebook, Twitter atau aplikasi lainnya.
Dengan kegiatan tersebut, karya Anda tak hanya akan mendapatkan citra yang kuat, namun juga akan banyak menjangkau audience secara global.

2. Bedah buku secara online

Salah satu cara untuk mempromosikan karya sendiri ad

alah mengajak para komunitas buku atau audience pecinta buku untuk membuat acara bedah buku secara online, seperti kegiatan webinar ataupun Instagram Live. Kegiatan ini membuat penulis mendapatkan perhatian lebih terhadap para pecinta buku.
Adapun keuntungan-keuntungan yang didapatkan setelah melaksamakan kegiatan bedah buku online :

a. Audience menjadi lebih dekat dengan Anda
b. Audience paham dengan isi dan synopsis dari buku Anda.
c. Anda dan audience dapat sharing satu sama lain terkait dengan hal-hal yang berkaitan dengan buku baru terbitan Anda.

3. Memulai kerjasama dengan pihak media Online atau Offline

Anda dapat memulai kerjasama dengan media online dan offline tertentu sehingga buku Anda dapat diulas oleh mereka, bukan hanya itu, Anda juga akan menadapatkan jangkauan promosi buku yang semakin luas. Dengan begitu buku karya Anda akan dilirik oleh audience, namun Anda juga harus mempertimbangkan media yang memiliki kredibilitas dan juga target pasar yang sesuai dengan audiens Anda.

4. Menginformasi dan memberikan kode promo

Tak dipungkiri, bahwa kode promo pembelian merupakan hal yang mungkin dinanti-nanti oleh penikmat buku. Dengan begitu pembaca akan merasa diberikan reward oleh penulis melalui kode promo tersebut.

Add to cart