Review Buku Brand Destinasi Wisata Berbasis Budaya Geopark Danau Toba

Review Buku : Brand Destinasi Wisata Berbasis Budaya Geopark Danau Toba

Buku Brand Destinasi Wisata Berbasis Budaya Geopark Danau Toba ini merupakan buku yang ditulis oleh Dr. Murad Lubis dan Raisha Annisa Hutapea, M.I.Kom, dengan nomor ISBN 978-623-365-026-7.

Buku dengan kategori ilmu social ini dilengkapi dengan 8 bab yang masing-masing bab memiliki pembahasan tersendiri. Apa saja isi singkat dari 8 bab itu? Yuk bahas bersama.

Bab 1 : Fenomena Geopark Danau Toba Sebagai Brand Destinasi Wisata Berbasis Budaya

Pada bab awal, pembaca diperkenalkan oleh fenomena geopark yang terjadi di Danau Toba. Istilah geopark merupakan sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi dimana masyarakat setempat diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi, dan budaya yang ada didalamnya. Nah, geopark sendiri menjadi konsep wisata baru yang saat ini tengah dikembangkan Kementerian Pariwisata RI yang mengacu pada pengembangan kawasan yang memberikan pengaruh terhadap konservasi, edukasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lalu apa kaitannya dengan brand destinasi? Sejajar dengan hal itu, hal lain yang tidak bisa diabaikan dari wisata geopark Danau Toba, yaitu bagaimana brand tersebut merupakan representasi karakter dari masyarakat lokal dan budaya yang tinggal di sekitar geopark Danau Toba. Nah, pada bab ini akan dijelaskan dengan detail fenomena tersebut.

Bab II : Teori-Teori Dalam  Fenomena Brand Destinasi Wisata Berbasis Budaya

Pada bab II pada buku ini akan membahas tentang teori-teori yang digunakan menjadi alat analisis guna untuk memahami fenomena yang menjadi fokus penting dalam pembahasan buku ini.

Ada beberapa teori yang bisa dikatakan merupakan teori yang tepat untuk menjelaskan fenomena yang terkait, dan telah dijelaskan oleh penulis di bab ini, antara lain : Teori Interaksi Simbolik (George Herbert Mead), Teori Konstruksi Sosial (Peter L. Berger dan Thomas Luckmann), serta Teori Semiotika (Ferdinand De Saussure).

Bab III : Konsep Dasar : Brand Destinasi Wisata Berbasis Budaya

Konsep dasar yang dijelaskan pada bab ini merupakan konsep dari komunikasi antar budaya, komunikasi pemasaran wisata, produk pariwisata, geopark, danau toba, dan brand destinasi. Konsep-konsep dasar tersebut dijelaskan secara terperinci pada bab ini. Dan juga dilengkapi dengan skema-skema yang dapat menunjang pemahaman para pembaca.

Bab IV : Konsep Komunikasi Pemasaran Wisata

Faktanya, konsep komunikasi pemasaran pariwisata ini akan terus berkembang dari waktu ke waktu. Dimana masing-masing dari konsep memiliki keunggulan dan orientasi yang berbeda pula. Mengapa? Karena dalam proses pemasaran, produk pariwisata tidak sama dengan produk yang lainnya. Maka dari itu, dibutuhkan pihak-pihak yang dapat membangkitkan produk pariwisata itu terus berkembang. Untuk itu, konsep komunikasi ini sangat diperlukan karena untuk mengkomunikasikan nilai dari suatu produk pariwisatanya. Pada bab ini akan dijelaskan secara tuntas.

Bab V : Kompetensi Komunikasi Antar Budaya

Pada bab ini, penulis memberikan detail uraian mengenai isi dari bab ini, yaitu : Bagaimana kompetensi komunikasi antar budaya pemasar dalam komunikasi pemasaran pariwisata, dan juga apa makna, bahasa, dan pemikiran orang batak dalam komunikasi pemasaran pariwisata. Bab ini juga dilengkapi dengan skema yang dapat mempermudah pemahaman para pembaca.

Bab VI : Prinsip-Prinsip Pengembangan Pariwisata

Apa sih yang dimaksud dengan prinsip-prinsip pengembangan pariwisata? Prinsip-prinsip pengembangan pariwisata merupakan upaya pengembangan suatu pariwisata yang tidak bertentangan dengan nilai social, budaya serta tradisi keagamaan yang ada pada daerah setempat. Serta tidak pula menempatkan penduduk setempat pada posisi yang rendah sebagai manusia.

Nah, maka dari itu penting adanya prinsip-prinsip ini, untuk memberikan dampak efisiensi untuk mempercepat perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Penulis juga telah menguraikan dan menjelaskannya pada bab ini.

Bab VII : Geopark Danau Toba Sebagai Brand Destinasi

Berkaitan dengan judul pada bab ini, diharapkan sesuai dengan ekspektasi para wisatawan baik itu secara actual maupun potensial. Karena bagaimanapun, destinasi wisata merupakan suatu “produk” yang dibeli oleh para wisatawan yang lebih banyak berupa pelayanan (service). Nah, untuk mewujudkan geopark Danau Toba sebagai brand destinasi wisata akan memiliki diferensiasi produk antara satu destinasi dengan destinasi wisata lainnya. Pada bab ini, penulis melengkapinya dengan hasil riset dan diuraikan pada bab ini.

Bab VIII : Penutup

Berisi kesimpulan dan saran teoritis maupun praktis.

Buku Brand Destinasi Wisata Berbasis Budaya Geopark Danau Toba ini bisa Anda dapatkan di website official store Scopindo Media Pustaka di www.scopindo.com atau juga bisa melalui marketplace kesayangan Anda.

Detail buku :

Judul Buku : Brand Destinasi Wisata Berbasis Budaya Geopark Danau Toba

Penerbit : Scopindo Media Pustaka

Pengarang : Dr. Murad Lubis ; Raisha Annisa Hutapea, M.I.Kom.

ISBN : 978-623-365-026-7

Tahun Terbit: 2021

Add to cart