Review Buku Digital Marketing : Brand Images

Buku Digital Marketing : Brand Images ini merupakan buku baru yang ditulis oleh Dr. (c) Dhiraj Kelly Sawlani atau dikenal dengan Dhiraj Kelly, seorang tokoh pengusaha muda Jawa Tengah di bidang property. Selain menulis buku dengan judul ini, beliau juga menuliskan buku yang berjudul Keputusan Pembelian Online : Kualitas Website, Keamanan dan Kepercayaan dan Buku COMPETITIVE ADVANTAGE : e-CRM, Project Innovation, Project Organizational Culture, Dynamic Capabilities. Dalam Buku Digital Marketing : Brand Images ini berliau akan mengupas seputar dunia bisnis dan marketing khususnya dalam sektor digital. Buku dengan nomor ISBN 978-623-365-020-5 ini memiliki jumlah halaman yaitu 85 halaman dan dibanderol dengan harga 67.000.

Buku Digital Marketing : Brand Images ini memiliki 7 bab yang masing-masing babnya memiliki berbagai macam pembahasan yang dapat Anda pelajari dan pahami.

1. Fenomena Teknologi Dalam Dunia Bisnis

Dalam bagian ini, penulis menuliskan bahwa dalam kegiatan marketing, ada baiknya untuk menerapkan digital marketing untuk memaksimalkan promosi produk suatu perusahaan. Selain itu digital marketing juga memiliki keefektifan yang relative besar. digital marketing  juga tidak memerlukan biaya yang besar. Karena digital marketing  dapat dilakukan dengan biaya yang relatif murah atau bahkan gratis. digital marketing yang dilakukan pada social media seperti facebook dan twitter dapat dilakukan secara gratis hanya bermodalkan seperangkat komputer dan koneksi internet saja. Selain itu ada juga website yang menawarkan halaman web gratis seperti blogger, wordpress, dan multiply.

Sebelum menuju ke pembahasan lebih lanjut, penulis sudah merangkum beberapa pertanyaan, yaitu 1. Apakah platform sosial media dapat mempengaruhi brand images?, 2. Apakah website dapat mempengaruhi secara signifikan brand images ?, 3. Apakah search engine marketing  dapat mempengaruhi secara signifikan brand images?, 4. Apakah social media, website, dan search engine marketing secara bersama-sama dapat mempengaruhi secara signifikan brand images?

Lalu tujuan dari Penulis menulis buku ini adalah untuk : 1. Mengetahui  tingkat brand images, 2. Mengetahui pengaruh digital marketing terhadap brand images, 3. Mengetahui pengaruh social media terhadap brand images, dan lainnya. Dengan harapan, untuk menambah wawasan yang berkaitan dengan bidang ilmu pemasaran tentang bagaimana digital marketing perusahaan yang terbentuk lewat kegiatan pemasaran dapat mempengaruhi brand images dan sebagai bahan evaluasi dan kajian bagi perusahaan untuk tetap dapat mempertahankan kesuksesan program digital marketing.

2. Digital Marketing

Sebelum membahasnya lebih lanjut, ada baiknya untuk mengetahui pengertian dari digital marketing. Menurut beberapa ahli, salah satunya dari Coviello, Milley and Marcolin (2001:26), bahwa Digital Marketing merupakan penggunaan internet dan penggunaan teknologi interaktif lain untuk membuat dan menghubungkan dialog antara perusahaan dan konsumen yang telah teridentifikasi. Mereka juga berpendapat bahwa digital marketing merupakan bagian dari e-commerce.

 Penulis menjelaskan tentang tujuan dari digital marketing yaitu meningkatkan pangsa pasar, meningkatkan jumlah komentar padasebuah blog atau website, meningkatkan pendapatan penjualan, dan lainnya. Serta mendeskripsikan pula terkait dengan jenis atau tipe pada digital marketing, yang dibagi menjadi beberapa elemen yaitu Banner Advertisement, Sponsorship, Classified Listings, Email Marketing, Partnership/Affiliate Marketing, Search Engine Marketing, Social media, dan Website.

Setelah itu, penulis memaparkan pula tentang manfaat, strategi, taktik, keuntungan dan kelemahan yang ada pada digital marketing yang dibahas tuntas pada buku.

3. Brand Image

Untuk membuat pembaca lebih memahami isi dari buku ini, selain memberikan pemahaman tentang digital marketing, penulis juga menyajikan definisi serta pemahaman lain terkait dengan Brand Image. Menurut Kotler (2007 : 346) citra merek atau brand image ialah persepsi dan keyakinan yang dilakukan oleh konsumen, seperti tercermin dalam asosiasi yang terjadi dalam memori konsumen. Lalu, penulis menjelaskan tentang Indikator-Indikator Pembentuk Brand Image, hal ini ada karena Citra (brand image) yang dibentuk harus jelas dan memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan pesaingnya.

Lalu dilanjutkan dengan faktor-faktor pembentuk Brand Image yang disebutkan oleh Schiffman dan Kanuk (1997), yaitu : 1. Kualitas atau mutu, 2. Dapat dipercaya atau diandalkan, 3. Kegunaan atau manfaat, 4. Pelayanan, 5. Resiko, 6. Harga, dan 7. Citra yang dimiliki oleh merek itu sendiri.

4. Media Sosial (Social Media)

Zaman sekarang, siapa yang tidak menggunakan media social sebagai media komunikasi maupun sebagai media promosi dan marketing. Media social memberikan peran yang besar bagi keberlangsungan hidup manusia pada saat ini. Pada bagian ini, penulis menjelaskan dengan detail mengenai media social, mulai dari definisi bahwa media sosial merupakan wadah yang memudahkan pengguna untuk saling bertukar informasi dan berinteraksi satu sama lain yang berbasis pada teknologi internet. Lalu penulis menjabarkan tentang Karakteristik Media Sosial (Social Media) menurut jurnal “User Participation of Social Media” yang menyebutkan 5 karakteristik, yaitu participation, openess, conversation, community, dan connectedness.

Pembahasan media social dilanjutkan dengan macam-macam pemasaranya, kegiatan marketing pada media social dapat dilakukan pada beberapa platform yaitu Facebook, Twitter, Pinterest, LinkedIn, Instagram, Youtube, dari ke-6 macam-macam platform tersebut, memiliki target pasar, audience, keunggulan dan kelemahannya masing-masing.

5. Website

Setelah kita mengetahui tentang media social, kini giliran Website yang dijabarkan secara detail oleh penulis, tujuannya agar para pembaca lebih paham dan mengerti tentang definisi, cara kerja, dan fungsinya. Semua telah terangkum dalam buku ini.

6. Search Engine Marketing (SEM)

Apakah Anda pernah mendengar kata SEM sebelumnya? Jika sudah atau belum sekalipun, mari mempelajarinya bersama. Sebelum mengenal SEM, lebih dulu kita mengenal Search Engine yaitu salah satu program komputer yang dirancang untuk menemukan atau mencari file-file yang disimpan dalam komputer. Sedangkan Search engine marketing (SEM) adalah sebuah strategi marketing untuk meningkatkan visibilitas sebuah website di halaman mesin pencarian seperti Google. Singkatnya, SEM dapat diartikan sebagai kegiatan membeli traffic dengan membayar mesin pencari seperti Google.

Pada bagian ini, penulis memaparkan dengan jelas terkait dengan sistem kerja SEM untuk Anda bisa dengan mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Nah, dalam SEM, juga ada 4 jenis-jenis Keyword, antara lain : Broadmatch Keyword, Phrase Match Keyword, Exact Match Keyword, Negative Keyword, yang sudah detail dijelaskan oleh penulis pada buku ini.

7. Digital Branding dan Aktivasi Merk

Ini adalah bagian akhir pada buku Digital Marketing : Brand Images ini, penulis menjelaskan dengan detail dan rinci terkait dengan digital branding serta aktivasi merk sebagai pemahaman mendalam untuk para pembaca.

Ingin memiliki buku Digital Marketing : Brand Images ini? Dapatkan segera di platform e-commerce Shopee dan Tokopedia : Scopindo Official Shop.

Info selengkapnya di www.scopindo.com

Bagaimana Cara Terbaik Untuk Mengubah Tesis Menjadi Buku? Berikut Beberapa Strateginya Untuk Anda.

Bagi para mahasiswa Magister atau S2, tesis bukanlah sebuah hal yang asing. Bagi sebagian orang, tesis memungkinkan untuk dapat dibuat dan disusun menjadi sebuah buku. Namun apakah itu hal wajib dan harus dilakukan?

Mari simak pembahasan dari Scopindo Media Pustaka kali ini.

Perlukah Tesis Diubah Menjadi Sebuah Buku Untuk Dipublikasikan?

Sebelum membahasnya lebih lanjut, ada baiknya untuk Anda mengetahui seluk beluk tentang tesis.

Pada dasarnya, tesis tidak jauh berbeda dengan skripsi, hanya saja memiliki tingkat penelitian dan hasil yang lebih detail dari skripsi. Di Indonesia, penelitian tesis ini disebut juga dengan bentuk final project atau tugas akhir dari para mahasiswa S2. Namun, pengerjaan penelitian tesis ini berbeda dengan disertasi, karena penelitian disertasi diwajibkan terdapat unsur kebaruan atau novelty. Sedangkan pada tesis tidak diwajibkan. Dalam hal penyusunannya, tesis memiliki kesulitan yang sama dengan skripsi dan disertasi.

Pada dasarnya, mengubah penelitian tesis menjadi sebuah buku itu tidak diwajibkan. Namun, pada sebagian orang memiliki alasan bahwa membukukan tesis merupakan hal yang tepat, karena :

  1. Dapat menambah KUM

KUM atau angka kredit dosen tentunya merupakan suatu bentuk wajib yang perlu dikejar oleh para dosen. Maka dari itu, membukukan tesis merupakan keputusan yang sangat tepat, karena agar tesis tidak dinilai sebagai sebuah penelitian saja namun juga agar dapat dipublikasi secara luas. Lalu jika sudah dibukukan, dapat menambah dan meningkatkan jumlah angka kredit dosen yang bertujuan untuk meraih jabatan fungsional atau jabatan akademik.

Tak hanya tesis saja yang dapat dibukukan, penelitian skripsi juga dapat dikonversi menjadi sebuah buku. Sehingga dosen memiliki dua buku hasil penelitian yang dapat meningkatkan angka kredit dosen atau KUM.

2. Memaksimalkan Manfaat Tesis

Jika sudah menulis dan meneliti sebuah tesis, maka ada upaya dan usaha yang telah dilakukan, dan hal tersebut tidak mudah dan harus bersusah payah untuk setiap prosesnya. Dari proses panjang yang telah dilalui tersebut, penelitian tesis dinilai pantas untuk dikonversikan menjadi sebuah buku yang kemudia dapat dipublikasikan dengan bantuan penerbit yang terpercaya. Agar isi dan hasil dari penelitian tesis dapat lebih bermanfaat untuk banyak orang.

3. Memiliki Nilai Ekonomi

Jika penelitian tesis hanya sebatas dapat dikonsumsi secara pribadi atau untuk kalangan terbatas saja, maka manfaat dari penelitian tesis tersebut akan berkurang. Namun ketika tesis tersebut sudah dikonversi menjadi buku, maka akan banyak orang yang membacanya dan tentunya akan lebih bermanfaat untuk banyak orang. Hal tersebut juga akan menambah nilai ekonomi, karena dari promosi dan penjualan buku yang dilakukan, akan ada royalti dari penerbit untuk penulis.

4. Meningkatkan Kepuasaan Secara Pribadi

Mengubah tesis menjadi buku merupakan suatu bentuk kepuasan pribadi yang didapatkan dari seorang penulis. Karena dari penelitian yang dilakukan penuh perjuangan, pada akhirnya dapat dipublikasikan secara meluas dan banyak diketahui oleh orang lain.

Nah, setelah Anda mengetahui perlunya mengubah penelitian tesis menjadi sebuah buku, namun Anda masih belum mengerti bagaimana cara memulainya. Perlu diketahui bahwa, mengkonversi tesis menjadi sebuah buku membutuhkan pengembangan isi dari tesis tersebut agar isinya lebih menarik dan fleksibel ketika dibaca oleh khalayak luas. Selain itu, harus berorientasi pada pasar, mengapa? Karena Anda harus mengetahui terlebih dahulu karakteristik buku yang seperti apa yang menjadi kegemaran orang-orang zaman sekarang, dan Anda harus melakukan survei terkait dengan visual pada buku, isi buku dan lainnya yang mampu menarik khalayak luas. Tentu saja hal ini dapat meningkatkan kepuasan dan kepercayaan diri.

Ketika penulis sudah memutuskan untuk mengkonversi tesis menjadi sebuah buku, maka langkah selanjutnya adalah menyesuaikan standar penulisan dengan penerbitan buku, agar dapat mempercepat proses penerbitan buku Anda.

Strategi Mengubah Tesis Menjadi Sebuah Buku 

Jika Anda sudah memahami apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengubah tesis menjadi sebuah buku. Maka ada beberapa strategi yang dapat Anda terapkan untuk memaksimalkan dan meningkatkan efisiensi, antara lain:

  1. Mengubah Judul

Hal pertama yang dapat dilakukan untuk mengubah tesis menjadi sebuah buku adalah mengubah judulnya namun masih berhubungan dan “nyambung” dengan isinya. Mengapa hal ini dilakukan? Karena tesis yang pada awalnya merupakan sebuah penelitian yang sifatnya pribadi dan memiliki jangkauan yang tergolong sempit. Judul awal tesis juga masih tergolong kaku.

Jika tesis sudah dikonversi menjadi sebuah buku, maka penelitian tesis harus memiliki judul yang menarik dan lebih bersahabat, karena buku nantinya akan dibaca oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

2. Penyuntingan Naskah

Langkah kedua adalah melakukan penyuntingan naskah. Struktur dan tata bahasa yang ada dalam penelitian tesis masih tergolong kaku dan berbeda dengan buku, dalam penulisan buku, jika pada penelitian tesis yang awalnya berisi 4 bab saja, namun jika diubah menjadi sebuah buku, paling tidak ada 15 bab atau lebih. Hal tersebut juga mengubah jumlah halaman pada buku yang cenderung banyak dan fokus pada isi. Oleh sebab itu, untuk mengubah menjadi buku, tesis perlu dikembangkan dan dimaksimalkan isinya agar menjadi buku yang menarik untuk dibaca dan dipahami.

3. Editing dan Finishing

Tahapan ketiga adalah melakukan editing dan finishing. Editing disini dimaksudkan untuk melakukan pengecekan lanjutan pada buku, apakah masih ada ketikan yang typo atau tidak. Selain itu juga perlu untuk mengedit catatan kaki, pencantuman sumber, tata bahasa, sistematika, dan lainnya. Tidak menutup kemungkinan juga jika pada buku hasil penelitian tesis, penulis menambahkan ide untuk dapat dituangkan dalam bukunya. Jadi tidak heran jika versi bukunya akan lebih kompleks dibandingkan dengan versi tesisnya.

4. Pengajuan ke Penerbit

Dalam proses ini, sebisa mungkin Anda memilih satu penerbit yang terpercaya dan memiliki akreditasi yang baik. Dalam memilih penerbit yang tepat, hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah mencoba untuk mengajukan naskah Anda ke penerbit yang dimaksud, jika naskah Anda diterima oleh penerbit, Anda dapat melanjutkan ke alur selanjutnya.

Anda ingin mengajukan penelitian tesis menjadi sebuah buku untuk dapat dipublikasikan? Terbitkan saja di Scopindo Media Pustaka. Pengerjaannya cepat, tepat, kredibel dan terpercaya, cari tahu info selengkapnya di www.scopindo.com

 

Buku Referensi Program Studi Manajemen Terbitan Scopindo Media Pustaka, Berikut 4 Rekomendasinya Untuk Anda

Apa yang Anda ketahui tentang Manajemen? Manajemen merupakan suatu proses dimana perencanaan, proses organisasi, proses kordinasi, dan proses kontrol terhadap sumber daya untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien. Manajemen juga diartikan sebagai sebuah seni untuk menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Nah, pada dunia perkuliahan, Manajemen dikenal sebagai program studi yang dinaungi oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis, namun lebih terfokus pada kegiatan mengelola, merencanakan, dan mengatur semua proses agar dapat mencapai suatu tujuan perusahaan atau organisasi.

Saat ini, Program Studi Manajemen ini memiliki banyak peminat dari para mahasiswa baru. Berikut ini, 4 rekomendasi buku bacaan Program Studi Manajemen, untuk dapat menunjang proses belajar-mengajar para mahasiswa.

  1. Buku Manajemen Keuangan: Teori dan Praktek

1.	Buku Manajemen Keuangan: Teori dan PraktekBuku dengan nomor ISBN : 978-623-93757-5-1 ini ditulis oleh Drs. Erwin Dyah Astawinetu, MM dan Dr. Sri Handini, MM. Buku ini merupakan buku ajar yang dibuat untuk mahasiswa Semester IV yang saat ini sedang memprogram mata kuliah Manajemen Keuangan I. Buku ini memberikan dasar dan konsep pemahaman Manajemen Keuangan I, yang meliputi keputusan pendanaan, keputusan investasi maupun keputusan dividen. Buku ini menjelaskan tentang teori keuangan dan penerapannya dalam lingkup perusahaan. Pembahasannya hanya bersifat dasar dan sederhana tanpa meninggalkan esensi dan teori keuangan. Pada setiap bahasan dilengkapi dengan contoh soal tanpa meninggalkan konsep teori manajemen keuangan dan setiap akhir bab dilengkapi dengan pertanyaan studi dan uji diri.

Hal tersebut diharapkan untuk melatih mahasiswa dalam memahami tentang apa yang baru dipelajari pada setiap pokok bahasan.Buku tersebut diharapkan dapat menjadi buku literatur atau acuan yang diperuntukkan bagi mahasiswa maupun pengajar mata kuliah manajemen keuangan. Buku Manajemen Keuangan I ini meliputi 9 bab yang terdiri dari Pengertian Dasar Manajemen Keuangan, Laporan Keuangan dan Arus Kas, Analisis Laporan Keuangan, Konsep Nilai Waktu Uang, Penilaian Saham, Penilaian Obligasi, Biaya Modal Perusahaan, Penganggaran Modal, Penyusutan, Penganggaran Modal dan Estimasi Arus Kas dan Topik Lain Dalam Penganggaran Modal.

Buku Manajemen Keuangan : Teori dan Praktek ini tersedia di Marketplace Shopee atau Tokopedia Scopindo Official Shop, serta dibanderol dengan harga Rp 87.600.

  1. Buku Cerdas Memahami dan Mengelola Keuangan Bagi Masyarakat di Era Informasi Digital

2.	Buku Cerdas Memahami dan Mengelola Keuangan Bagi Masyarakat di Era Informasi Digital

Buku ini ditulis oleh Dr. Sri Mulyantini, M.M. dan Dr. Dewi Indriasih, M.M. Buku ini membahas tentang pentingnya pengetahuan dan literasi keuangan, perilaku keuangan, faktor sosio demografi serta budaya, yang berkontribusi terhadap pengambilan keputusan keuangan masyarakat. Buku ini juga memberikan pemahaman tentang pentingnya perencanaan keuangan. Buku yang membahas  manajemen keuangan bagi masyarakat masih sedikit, khususnya bagi kaum yang rentan terhadap masalah keuangan yaitu kaum perempuan, keluarga menengah kebawah, dan masyarakat yang berbisnis khususnya UKM.

Buku dengan nomor ISBN : 978-623-6177-21-1 ini dibanderol dengan harga 75.000 saja dengan kualitas buku yang mengesankan.

 

  1. Buku Manajemen Sumber Daya Manusia

Buku Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang ilmu dari manajemen umum yang meliputi segi-segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian. Sumber Daya Manusia (SDM) semakin penting perannya dalam pencapaian tujuan perusahaan atau organisasi, maka berbagai pengalaman, teori dan hasil penelitian bidang SDM dikumpulkan secara sistematis dalam manajemen disebut Manajemen Sumber Daya Manusia. Guna mendukung para stakeholder yang mengoperasikan departemen atau organisasi dalam perusahaan, sehingga Manajemen SDM harus memiliki sasaran yang tepat, sebagai contoh karyawan atau anggota harus memiliki sebuah keterampilan dan keahlian, sehingga terampil dan ahli dalam bidangnya.

Dengan adanya buku yang ditulis oleh Dr. Asmara Indahingwati, S.E., S.Pd., M.M dan Novianto Eko Nugroho, S.E., M.PSDM, pengertian serta pengenalan terkait dengan manajemen sumber daya manusia menjadi lebih banyak. Untuk itu, penulis mengharapkan dengan adanya buku ini para pembaca dapat lebih terinspirasi serta buku ini dapat bermanfaat. Buku dengan nomor ISBN : 978-623-7729-20-4, dibanderol dengan harga Rp 108.300.

  1. Buku Manajemen Keuangan

Buku Manajemen Keuangan

Buku Manajemen Keuangan ini berbeda dengan buku manajemen keuangan pada nomor 1. Buku ini merupakan buku ajar yang ditulis oleh Dr. Sri Handini, M.M, yang bernomor ISBN : 978-623-6500-16-3. Buku Manajemen Keuangan ini membahas tentang : ruang lingkup manajemen keuangan, laporan keuangan dan arus kas, analisa laporan keuangan dan kinerja keuangan, penilaian saham, penilaian obligasi, risk and return, biaya modal, penganggaran modal, struktur modal, kebijakan dividen,sumber dana jangka menengah, marger akuisis dan reorganisasi.

Menariknya, buku ini juga dilengkapi dengan contoh soal dan soal-soal untuk tugas mandiri maupun materi untuk diskusi. Tak perlu harga mahal untuk mendapatkan buku ini, hanya dengan Rp 112.500, Anda sudah bisa mendapatkan buku ajar Manajemen Keuangan ini. Tersedia di Shopee dan Tokopedia Scopindo Official Shop.

 

Dari ke 4 buku perwakilan referensi program studi Manajemen terbitan Scopindo Media Pustaka di atas, buku mana yang ingin Anda miliki terlebih dahulu? Untuk pembelian buku-buku tersebut, Anda bisa mendapatkannya pada marketplace Scopindo Official Shop kami, atau bisa melalui website www.scopindo.com.

Promo Bulan September juga masih tersedia untuk bisa Anda gunakan, diskon 10% untuk paket penerbitan dan pembelian buku di Scopindo Media Pustaka. Promo ini berlangsung hingga tanggal 30 September 2021.

Selamat Hari Aksara Internasional, Mari Gemar Membaca dan Kuatkan Literasi Membaca Pada Anak Sedari Dini.

Bagaimana bisa tanggal 8 September diperingati sebagai Hari Aksara Internasional?

Pada sejarahnya, peringatan Hari Aksara Internasional muncul setelah konferensi pemberantasan buta huruf di Teheran, Iran. Konferensi ini berlangsung pada tanggal 8 hingga 19 September 1965. Kemudian pada satu tahun selanjutnya, yang bertepatan pada tanggal 8 September 1966, muncullah cetusan bahwa setiap tanggal 8 September diperingati sebagai Hari Aksara Internasional. Setelah itu, Hari Aksara Internasional diresmikan sebagai wujud memajukan agenda keaksaraan pada tingkat global, regional, hingga nasional

Hari Aksara Internasional atau biasa disebut dengan Hari Literasi Internasional. Tahun ini, tema yang diangkat sebagai tema besar adalah terganggunya pembelajaran anak-anak, remaja, dan orang dewasa pada krisis Covid-19, tentunya krisis yang berkepanjangan seperti ini tak pernah terjadi sebelumnya.

Namun tahukah Anda, dampak apa yang disebabkan oleh krisis Covid-19 ini?

Ketidaksiapan dan ketidaksetaraan peluang pembelajaran pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Karena nyatanya, terdapat banyak pihak yang masih perlu pembelajaran terkait dengan huruf dan aksara. Sebenarnya, ada berbagai literasi yang dapat dipelajari mulai dari literasi baca tulis, numerasi, digital, finansial, dan lainnya. Bagaimana dapat lebih lanjut mengerti tentang literasi lebih lanjut dan lengkap jika literasi dasar saja masih belum matang.

Karena adanya hambatan dari krisis yang terjadi, pada akhirnya, anak-anak, remaja, dan orang dewasa merasa tidak ada “pemasukan” ilmu yang signifikan, karena mengacu juga terhadap hambatan yang dimiliki oleh kebanyakan orang yaitu koneksi internet yang tak selalu mulus.

Namun, tenang saja, ada beberapa tips untuk Anda para orang tua yang tengah disibukkan dengan pembelajaran secara daring para anaknya sejak awal terjadinya krisis pandemik Covid-19 ini. Inilah 5 tips untuk mengembangkan dan meningkatkan minat membaca untuk anak Anda dan agar menguatkan literasi pada anak.

  1. Mulai membiasakan membaca sedari dini

Membiasakan membaca buku sedari kecil kepada anak memang tidak instan, apalagi anak sudah kecanduan games yang ada di gadget. Tapi, para orang tua harus memiliki tekad yang bulat untuk mulai membiasakannya. Mengapa membiasakan membaca buku sedari kecil itu penting? Karena jika anak sudah dikenalkan pada buku sejak dini, anak akan memiliki perkembangan otak yang lebih aktif dan tentunya memiliki perbendaharaan bahasa yang lebih banyak dan variatif. Dan seiring berjalannya waktu, anak akan gemar membaca buku.

  1. Menciptakan ruang baca yang menarik dan menyenangkan

Untuk memberikan semangat membaca kepada anak Anda sejak dini, Anda harus membuat ruangan baca menjadi lebih menyenangkan dan menarik. Anda juga bisa menambahkan permainan yang bertujuan untuk menghindarkan dan menghilangkan rasa jenuh pada anak. Jika anak sudah mulai jenuh, bisa istirahat sejenak sambil bermain, yang tentu saja, permainan yang dapat meningkatkan sistem motoric dan sarana pembelajaran juga.

  1. Memberikan hadiah berupa buku

Siapa yang tak suka diberi hadiah? Apalagi  anak, mereka akan cenderung lebih suka diberikan penghargaan berupa hadiah. Anda bisa memberikan hadiah berupa buku bergambar. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pada anak.

  1. Memanfaatkan gadget atau smartphone

Dengan memanfaatkan gadget dengan baik dan benar, bisa menjadi “penolong” untuk penggunannya. Para orang tua dapat memanfaatkan gadget untuk melihat video edukasi. Untuk itu, para orang tua harus menetapkan mode anak di gadget mereka, agar aplikasi yang tidak seharusnya untuk anak dapat terfilter dengan baik dan disembunyikan terlebih dahulu.

Namun perlu digaris besari, bahwa para orang tua harus memberikan peraturan jadwal yang ketat terhadap penggunaan gadget, memperbolehkan menggunakan gadget pada hari apa dan pada jam berapa, agar menghindari anak kecanduan gadget.

  1. Memberikan contoh kepada anak

Anda percaya tidak dengan kata “Anak akan selalu menirukan sikap dan perilaku yang telah kita kerjakan”?. Hal tersebut yang akan menjamin kegemaran anak dalam membaca buku. Dimulai dari para orang tua yang sering memberikan contoh baik kepada anak. Para orang tua dapat memulai gemar membaca dengan membaca majalah atau koran.

Nah, itu dia beberapa tips dari kami untuk meningkatkan minat membaca pada anak. Semoga setiap niat dan usaha yang telah kita lakukan akan berbuah manis pada akhirnya. Mari gemar membaca, salam literasi.

Untuk membaca artikel menarik lainnya, silahkan tetap bersama kami di www.scopindo.com yang akan menyajika artikel terbaru setiap hari Selasa dan Rabu setiap minggunya. Oh ya, di Bulan September ini ada promo untuk paket penerbitan buku dan pembelian buku terbitan asli Scopindo Media Pustaka.

SERDOS SMART: Sertifikasi Pendidik Untuk Dosen yang Perlu Anda Ketahui. Bagaimana Sistem Penilaiannya ?

Pernahkah Anda mendengar istilah Serdos atau sertifikasi dosen? Apakah itu?

Definisi dari sertifikasi dosen adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada dosen. Program ini merupakan upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, dan memperbaiki kesejahteraan dosen, dengan mendorong dosen untuk secara berkelanjutan meningkatkan profesionalismenya.

Nah di tahun 2021 ini, sertifikasi pendidik untuk dosen dilabeli dengan istilah SMART, kepanjangan dari Simple, Modern – more innovative, Accountable, Responsive, Transparent.

Sebelum kita beranjak lebih lanjut tentang kebijakan dan istilah baru dari sertifikasi pendidik untuk dosen ini, marilah kita mengetahui dan mengenal terlebih dahulu seluk beluk tentang serdos ini.

Sertifikasi pendidik untuk dosen dari tahun ke tahun mengalami perubahan. Sertifikasi dosen (Serdos) ini pertama kali muncul pada tahun 2008-2009, dengan membentuk Sertifikasi untuk Para Profesor & Lektor Kepala. Kuota peserta tiap PTU. Pelaksanaan dengan Sistem Manual. Jika untuk tahun sebelum Serdos SMART ini ada, terdapat aplikasi Serdos dengan SISTER (Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi).

Lalu, mengapa Serdos di tahun 2021 ini dinamakan dengan SMART? Seperti yang telah diketahui, beban kerja dosen atau BKD juga ikut berubah, dikarenakan serdos SMART ini dibuat dengan tujuan untuk mempermudah tanpa mengurangi kualitas, untuk meningkatkan mutu SDM dan perguruan tinggi. Selain itu juga ditujukan untuk dapat beradaptasi dengan penerapan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Penerapan MBKM perlu didukung oleh semua pihak baik kampus, dosen, dan mahasiswa. Hal ini kemudian mendorong Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) untuk menyusun kebijakan yang sesuai. Adapun arah kebijakan ini meliputi:

  • Meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi.
  • Menguatkan mutu dan relevansi pendidikan tinggi.
  • Menguatkan mutu dosen dan tenaga pendidik.
  • Menguatkan sistem tata kelola Ditjen Dikti.

Apa sajakah yang berubah dari Serdos SMART tahun 2021 ini?

Dibandingkan dengan Serdos (sertifikasi dosen) tahun-tahun sebelumnya, Serdos Smart 2021 tentunya berbeda dengan yang sebelumnya dikarenakan ada sejumlah perubahan yang telah ditetapkan. Jika sertifikasi dosen tahun lalu menggunakan lima tahapan, kali ini Serdos SMART disedehanakan menjadi 3 tahapan saja. Meskipun Serdos SMART ini juga masih menggunakan portofolio dosen, namun ada skema sistem yang berubah, apa saja sistem penilaian yang berubah tersebut? Berikut ini beberapa sistem penilaian yang dibagi menjadi 2 bagian :

  1. Penilaian Internal, meliputi:
  • Penilaian empirikal.
  • Penilaian persepsional.
  1. Penilaian Eksternal, yang mencakup PDD-UKTPT (Pernyataan Diri Dosen dalam Unjuk Kerja Tri Dharma Perguruan Tinggi).

Pada sistem penilaian di atas, perubahan yang paling terlihat adalah munculnya istilah PDD-UKTPT. Istilah ini muncul untuk mengganti narasi Deskripsi Diri yang dibuat oleh para dosen yang mengikuti sertifikasi pada tahun-tahun sebelumnya.

Syarat-syarat dosen diberikan sertifikat pendidik.

Pada PP 37/2009, para dosen dapat diberikan sertifikat pendidik dengan pertimbangan serta dapat memenuhi syarat, sebagai berikut ini :

  1. Memiliki pengalaman kerja sebagai pendidik pada perguruan tinggi sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.
  2. Memiliki jabatan akademik sekurang-kurangnya Asisten Ahli.
  3. Lulus sertifikasi yang dilakukan oleh perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pengadaan tenaga kependidikan pada perguruan tinggi yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Tahapan-tahapan pada sertifikasi dosen.

Ada tiga tahapan pada sertifikasi dosen (Serdos) yang harus Anda ketahui, yaitu :

  1. Tahapan ke-1 :

Pada tahap pertama ini diawali dengan dua tugas atau kegiatan untuk dosen yaitu pengusulan awal portofolio dosen dan penetapan calon DYS sebagai DYS (Dosen yang disertifikasi).

  1. Tahapan ke-2 :

Tahap kedua ini terdiri dari tiga poin, yang pertama adalah penilaian persepsional yang masih tetap berlaku seperti halnya sertifikasi dosen di tahun-tahun sebelumnya namun akan ada beberapa perubahan. Lalu yang kedua ada penyusunan PDD-UKTPT, dan yang terakhir terdapat pengajuan penilaian eksternal.

  1. Tahapan ke-3 :

Pada tahap akhir ini berisi tiga poin juga yang dimulai dari penilaian PDD-UKTPT yang disusun dosen oleh asesor, lalu dilanjutkan dengan tahap penentuan kelulusan, jika telah dinyatakan lolos, selanjutnya akan dilakukan penerbitan sertifikasi dosen.

Jika ada dosen yang dinyatakan tidak lulus pada tahap ketiga, maka dosen yang bersangkutan hanya perlu melakukan perbaikan di tahap kedua. Jadi, tidak perlu mengulang dari tahap pertama lagi. Dan perbaikan tersebut hanya dapat dilakukan pada tahun selanjutnya, dan tidak bisa dilakukan di tahun yang sama.

Adanya perubahan ini, bertujuan untuk menyederhanakan bentuk yang telah ada sebelumnnya. Pada sebagian dosen menganggap bahwa ada beberapa poin tambahan yang membuat pembaharuan sertifikasi ini menjadi lebih sulit dan kompleks dari tahun sebelumnya. Namun dari penjelasan singkat dari kami, apakah Anda sudah cukup mengerti dan setuju? Nantikan artikel kami selanjutnya yang membahas tentang PDD-UKTPT, tetap bersama dengan website kami di www.scopindo.com.

Sumber : Panitia Sertifikasi Pendidik untuk Dosen Direktorat Sumber Daya. Serdos SMART. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. PDF File. 2021.

Apa Itu Angka Kredit Dosen? Seberapa Pentingkah Angka Kredit bagi Dosen di Indonesia? Inilah Jawabannya Untuk Anda.

Halo para dosen, tahukah Anda mengenai konsep kredit dosen? Apa fungsi dan tujuan? Dan apa kelebihannya? Mari kita bahas bersama-sama tentang Angka Kredit Dosen.

Definisi :

Angka kredit merupakan satuan nilai dari setiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi yang telah dicapai oleh dosen dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pembinaan karir jabatan fungsional atau kepangkatan.

Lalu apa fungsi dan tujuan dari Angka kredit dosen? Berikut ini ada hal-hal yang dapat Anda ketahui terkait dengan fungsi dan tujuan, bersumber dari beberapa sumber dari situs web duniadosen.com

  1. Untuk meningkatkan karir fungsional, yang dapat berdampak positif pada dosen secara pribadi maupun bagi Lembaga.
  2. Untuk meningkatkan mutu dosen dan juga sebagai recording dan report.
  3. Untuk menunjang jabatan fungsional dan dosen struktural.

Angka Kredit ini telah diatur dalam Undang-Undang, antara lain:

  1. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 17 Tahun 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 46 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Dosis dan Angka Kreditnya .
  2. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 4/VIII/PB/2014 dan Nomor 24 Tahun 2014 tentang Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya.
  3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 92 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya.

Namun, apakah ada kelebihan dari angka kredit ini? Berikut ini ada 3 kelebihan dari Angka Kredit Dosen yang dapat Anda ketahui :

  1. Kelebihan pada sub pelaksanaan penelitian, yang diperoleh pada kenaikan jabatan dan/atau kenaikan pangkat terakhir dapat digunakan untuk kenaikan jabatan dan/atau pangkat berikutnya.
  2. Kelebihan angka kredit pada sub tidak diragukan lagi pelaksanaan penelitian selanjutnya dapat digunakan paling banyak 80% dari kebutuhan minimal penelitian untuk kenaikan jabatan akademik/pangkat berikutnya.
  3. Kelebihan angka kredit pada sub-elemen yang diperoleh pada kenaikan jabatan dan/atau kenaikan pangkat terakhir dapat digunakan untuk kenaikan jabatan dan/atau pangkat berikutnya, namun dapat digunakan untuk mengajukan penawaran dari penawaran dan/atau kenaikan pangkat yang sedang diusulkan

Dalam pelaksanaan angka kredit dosen diberlakukan lima prinsip penilaian, yaitu: adil, objektif, transparan, dan bersifat mendidik serta otonom dan terjamin mutunya. Adapun pengertian untuk setiap prinsip tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Adi; Setiap obyek yang diperhatikan dan dinilai dengan penilaian yang sama.
  2. Obyektif ; dilakukan terhadap bukti-bukti yang diusulkan dan dapat diperjelas kebenarannya serta dinilai dengan penilaian yang jelas.
  3. akuntabel ; pertimbangan dan hasil penilaian dapat dijelaskan dan diperjelas.
  4. Transparan dan Bersifat Mendidik ; Proses penilaian dapat dimonitor dan dikomunikasikan dan dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran bersama, untuk mendapatkan proses yang lebih efektif dan lebih efisien dengan hasil yang lebih benar dan lebih baik.
  5. Otonom dan Jaminan Mutu ; Proses penilaian dilakukan dengan otonomi perguruan tinggi.

mekanisme penilaian akan dilakukan secara berani atau online dan ditentukan dengan kenaikan jabatan akademik/angkat dosen. Penilaian tersebut dilakukan untuk usul pertimbangan dan kenaikan jabatan akademik pada hal-hal tertentu diberlakukan batas maksimal. Dengan tujuan untuk mendistribusikan tugas pokok dan fungsi dosen pada setiap sub kegiatan maupun pendistribusian untuk masing-masing unsur dan pada strata Pendidikan (diploma, sarjana, magister, dan doktor). Nah, dosen yang diharuskan untuk memenuhi syarat kredit untuk mencapai batas atau jabatan akademik tertentu. Berikut ini tabel untuk jumlah angka kredit dasar dari unsur utama (Tridharma perguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.dan penunjang.

Jika seorang lektor ingin mendapatkan kenaikan jabatan fungsional ke lektor kepala wajib memiliki jurnal internasional. Jurnal internasional yang diakui apabila memiliki ijazah magister untuk pengajuan sebagai Lektor Kepala.

Nah, ada beberapa kriteria penulis untuk dapat memiliki jurnal internasional yang dapat diakui, dan tentunya dapat menunjang pengajuan kenaikan jabatan.

  1. Penulis pertama adalah yang disebut pertama dalam setiap karya ilmiah.
  2. Penulis pendamping adalah penulis yang disebut ke-2 dan seterusnya dalam karya ilmiah.
  3. Penulis korespondensi adalah penulis pertama atau penulis pendamping yang bertanggung jawab untuk korespondensi.
  4. Penulis utama adalah penulis pertama dan/atau penulis korespondensi.
  5. Jika penulis korespondensi bukan penulis pertama, maka angka kreditnya dibagi dua sama besarnya dengan penulis pertama

Bagaimana para dosen? Apakah beberapa pertanyaan Anda sudah terjawab? Nah untuk mendapatkan atau menemukan publisher / penerbit buku yang terpercaya dan pastinya tepat, cepat, dan berkualitas, Scopindo Media Pustaka jawabannya.

Info selengkapnya, silahkan mengakses website kami di www.scopindo.com dan follow Instagram dan Twitter kami @scopindo_

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber :

  1. Biro Administrasi Umum Universitas Gunadarma. Penjelasan Jabatan Fungsional dan Angka Kredit Dosen. Diakses tanggal 30 Agustus 2021, dari https://bau.gunadarma.ac.id/page/detail/83/Penjelasan-Jabatan-Fungsional-dan-Angka-Kredit-Dosen
  2. Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi Dan Pendidikan Tinggi. (2019). Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit Kenaikan Jabatan Akademik/Pangkat Dosen.
  3. com. Pentingkah Penilaian Angka Kredit bagi Dosen?. Diakses pada tanggal 31 Agustus 2021, dari https://www.duniadosen.com/angka-kredit-dosen-penting/
Add to cart